Selasa, 24 Februari 2026

KETIKA MULUT-MULUT DIKUNCI (Kultum Ramadhan ke-10)

                     

Assalamu'alaikum wr.wb. 517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori kultum Ramadhan)
Pembaca budiman, semoga sukses dalam segala aktifitas ibadah di atas bumi ini dan selalu mendapat ridha dari Allah SWT. aamiin....

Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam menyajikan kultum Ramadhan dengan materi yang berjudul : Ketika Mulut-Mulut Dikunci.

"Kalian (lalai) berlomba mengejar kemegahan dan tiba-tiba kalian sudah sampai di (pintu) kubur" (QS At-Takaatsur : 1- 2)  

"Akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi. Akan tiba masa tak ada suara, dari mulut kita. Terkadang tangan kita entah apa yang dilakukannya..."
Demikian penggalan syair lagu alm. Chrisye yang mengutip maw'izhoh dari Al Quranul Karim. 

    Setelah kumandang sangkakala kedua, maka seluruh makhluk yang telah dimatikan pada waktu sangkakala pertama, dibangkitkan kembali dari kubur, menghadap kepada Allah SWT.

    Mereka seluruhnya akan dikumpulkan di sebuah tempat yang sangat luas yaitu "Padang Mahsyar"

    Setiap yang pernah berlaku dzolim akan diadili di sini. Di mahkamah ini tanpa da yang bisa menolong dan melakukan intervensi. Keadilan diputuskan dengan haq.

    Mengapa memukul orang tak bersalah?, mengapa tidak membayar upah?, mengapa melanggar perintah Allah swt?. mengapa tidak memimbing anak untuk beribadah? 

    Mengapa menganiaya hewan? mengapa dan mengapa? Alangkah banyak pertanyaan dan persoalan yang harus dijawab setian insan.

    Lalu ketika orang-orang yang berdosa masih saja berkelit, maka : "Pada hari ini Kami kunci mulut-mulut mereka. Lalu tangan-tangan mereka akan berbicara dan kaki-kaki mereka akan membewriakan kesaksian tentang apa-apa yang pernah mereka kerjakan" (QS Yasin : 65).

    Saking banyaknya perkara yang mesti diadili baik antara manusia dengan Rabb mereka, serta persoalan antara sesama manusia, maka hisab tersebut memakan waktu hingga ratusan ribu tahun lamanya.

    Kemudian manusia akan digiring ke jembatan shirootol mustaqim, hingga orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dimasukkan ke dalam surga dan kaum yang ingkar masuk neraka.

    "Sesungguhnya Allah swt. akan menerima taubat seorang hamba, sebelum nyawa sampai di yugharghir, (di tenggorokan)  Hadits Nabi saw.

    Sebelum datang satu masa, dimana mulut tak bisa berkata, tangan mengungkap rahasia dan kaki menjadi saksi membenarkan fakta-fata, marilah membersihkan diri disaat masih ada kesempatan Taubatan Nasuha.

    Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk munajat, memohon ampun dan bertaubat atas segala salah dan lalai kepada Yang Maha Pencipta, Allah swt.

    Mohon maaf atas segala kesalahan, penuhilah kewajiban lunasi hutang piutang, hablun minallah, hubungan dengan Allah dan hablun minannas, hubungan sesama manusia.

    Kedua hal ini bisa meluruskan jalan ke surga, atau sebaliknya, bisa sebagai penghambat dari memperoleh kasih sayang Allah swt.
    Perbaikilah selagi masih ada waktu. semoga kita selamat dunia akhirat. aamiin....

    Senin, 23 Februari 2026

    3 Jenis Pengawasan Allah Swt.Terhadap Setiap Manusia.

     

    517 Islam Kaafah (Kategori posting Kultum)
    Pembaca budiman Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
    Materi Kultum Ramadhan 
    Setiap pribadi manusia akan mendapat pengawasan dari Allah swt. sedikitnya ada 3 jenis pengawasan sepanjang hidupnya, hingga kelak dipanggil untuk kembali ke hadapan Allah swt. 
    Manusia memiliki tabiat yang memang menjadi fitrahnya yaitu akan merasa ketakutan dalam menjalani hidupnya. Takut dalam kehilangan harta yang telah dilikinya, takut sakit, dan takut kekurangan rezeki, yang paling sangat mendasar adalah takut menghadapi kematian. Namun ketika kita telah ikhlas dan istiqomah dalam menjalani hidup ini, maka rasa takut akan dapat kita hindari dengan cara memasrahkan sepenuhnya kepada Allah swt. 

    Minimal ada 3 jenis pengawasan Allah terhadap setiap diri manusia yang tak pernah hentinya sepanjang masa dari detik-ke menit dan dari menit - ke jam dari jam-ke hari dan dari hari- minggu ke minggu - ke bulan dan seterusnya hingga akhir hayat kita.  

    Pertama : Allah Swt. melakukan pengawasan secara langsung tanpa perantara malaikat. Dari sejak kita diciptkan hingga sampai pada ajalnya, Allah swt. akan selalu bersama kita dimanapun kita berada dan kapanpun waktunya. Bila kita bertiga, maka Dia yang keempat, bila kita sedang berlima maka Dia yang ke-enam. Ini telah tersirat dalam Al-Qur'an sebagai perikut : 
    "Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yangada di langit dan apa yang ada di bumi?. Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya, Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau yang lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mmanapun mereka mberada. Kemudian Dia akan memberikan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS, Al-Mujaadalah : 7). 
    Allah swt. juga berfirman dalam surat Qaaf yang maknanya bahwa Dia lebih dekat dengan kita. Inilah firman-Nya :
    "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (QS, Qaaf : 16). 
    Kedua : Allah Swt. mengawasi kita dengan melalu Malaikat. Inilah Firman-Nya :
     "Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan, dan yang lain duduk diseblah kiri". (QS Qaaf : 17).  
    Kedua Malaikat ini akan mencatat segala perbuatan kita yang baik maupun yang buruk, yang besar maupun yang kecil. Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada kita. Ini dijelaskan dalam al-qur'an surat Al-Kahfi sebagai berikut: 
    "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata : Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar., melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua-pun". (QS, Al-Kahfi : 49).  

    Ketiga : Allah juga melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri. Ketika kelak kita telah meninggal, maka anggota tubuh kita, seperti ; tangan, dan kaki akan menjadi saksi bagi kita. Kita tidak akan meiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut untuk memberikan kesaksian yang sebenarnya. Hal ini Allah nyatakan dalam surat Yasin sebagai berikut :
    "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan". (QS, Yaasiin : 65). 

    Kesimpulannya hidup kita ini tidak akan dapat terlepas dari pengawasan Allah swt. Maka sebenarnya tidak ada untuk berbuat maksiat. Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah. Dan yakinlah bahwa perbuatan sekecil apapun pasti akan dipertanyakan dan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT. Wallahu a'lam bisawwab. 

    Demikian contoh kultum 3 jenis pengawasan Allah swt. terhadap setiap manusia. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan. 

    Sabtu, 21 Februari 2026

    Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan


    517 Islam Kaafah Khazanah Islam (katagori posting Kultum).
    Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
    Contoh Kultum Ramadhan 

    Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan, sengaja penulis jadikan sebagai judul dalam kultum pada hari pertama puasa, sekilas memang tidak ada korelasi antara marathon dan ramadhon, tetapi secara psikologis, dan sosiologis bahwa setiap apapun yang akan kita tempuh dalam suatu perhelatan kegiatan yang mengandung nilai besar pasti haruslah dipersiapkan yang matang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan prima/berkualitas.  
    Seorang atlit marathon yang akan menghadapi pertandingan tingkat internasional sudah barang tentu harus mempersiapkan seperti;  latihan fisik yang dimulai dari lari 5,10,20 atau 25 km. Bahkan hingga mencoba untuk lari sampai 40 km. untuk menyamai jarak yang akan dilombakan. Dapat kita bayangkan jika si atlit itu tidak melakukan sampai 40 km. bisa-bisa ketika hari lomba tidak akan meraih sampai finis. Hal ini menunjukkan bahwa latihan harus diusahakan sesuai dengan yang akan dilombakan.

    Perumpamaan di atas mirip seperti kita mempersiapkan dalam menghadapi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ramadhan yang lamanya 29 atau 30 hari membutuhkan stamina dan kesiapan yang matang. Betapa sering kita lihat pada shalat taraweh dalam minggu pertama puasa, yang begitu masih berjubel penuh dengan jama'ah yang mengikutinya, dan akan menyusut pada minggu-minggu berikutnya. Dan tidak heran ketika telah sampai pada minggu terakhir bulan puasa masjid maupun mushalla sudah mulai sangat longgar dari jama'ah yang mengikuti shalat taraweh tersebut. Hali ini mungkin juga terjadi dengan puasanya yang sudah batal dan tidak sampai menyelesaikan final di bulan Ramadhan tersebut. Karena ada yang mengalami kesehatannya menurun, ada yang flu berat dan ada juga yang penyakit maghnya kambuh dan penyakit lainnya. Hal ini membuktikan bahwa persiapan kita yang belum maksimal dalam menghadapi Ramadhan. 

    Contoh yang dilakukan Rasulullah saw. untuk menghadapi bulan Ramadhan beliau paling sering melakukan puasa sunnah pada bulan Sya'ban. Hal ini seperti tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Nasai' dan Abu Daud (yang dishasehkan Ibu Huzaimah). 
    Usamah berkata kepada Rasulullah saw. : "Wahai Rasulullah aku tidak pernah melihat Engkau puasa (sunnah) sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya'ban". Rasulullah menjawab : "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang". 
    Maksud hadits ini bahwa Nabi saw. dalam puasa (sunnah) di bulan selain Sya'ban Nabi saw. tidak pernah sebanyak yang dilakukan pada bulan Sya'ban. Dan ini memberi contoh bahwa bulan Sya'ban diperbanyak puasa (sunnahnya) yaitu dalam rangka persiapan puasa pada bula Ramadhan yang harus penuh sebulan dilakukan secara fardhu dan tidak boleh satupun ada yang tertinggal dan jika masih ada yang tertinggal maka harus di bayar pada bulan selain bulan Ramadhan, sesuai jumlah  yang tidak bisa dipenuhi dalam bulan Ramadhan tersebut. 

    Ibadah lain yang perlu kita persiapkan adalah qiyamu lail atau shalat malam. Dalam bulan Ramadhan kesempatan untuk melakukan shalat tahajud sangat dapat dilakukan karena kita akan bangun sebelum makan sahur. Gunakan waktu sebelum sahur untuk tahajud memohon ampunan dari segala dosa yang telah kita perbuat. Berdo'a memohon segala hajat yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, agar mendapatkan kehidupan yang penuh dengan keberkahan yang diberikan Allah swt. 

    Bacaan atau tilawah al-Qur'an ditingkatkan jumlah dan isi kandunannya sehingga sehingga dapat menambah keimanan kita dalam beribadah kepada Allah dengan baik dan benar. Karena kalau hanya baik saja tentu belum dapat dikatan orang yang beriman dengan paripurna, baik dan benar adalah formula yang harus dipenuhi. Kalau itu tidak kita lakukan khususnya dalam bulan yang agung ini maka kerugian yang besar terhadap kita. Bulan yang Agung ini (Ramadhan) adalah bulan yang penuh berkah bagi setiap hamba-Nya yang dapat melaksanakan amalan-amalan yang diridhoi Allah SWT. 

    Juga jangan lupa kita perlu membuat suasana ceria dalam keluarga dalam menyambut dan mengisinya bulan Ramadhan yang penuh rahmah ini. Bersihkan dan rapihkan rumah. Buat suasana rumah agar terasa suasana Ramadhan. Buat rencana untuk beribadah berjamaah bersama keluarga, misalnya meja makan atau lesehan dalam menyambut buka puasa, shalat berjama'ah dalam keluarga, tadarus bersama keluarga. Kepada suami bahagiakan Istri dan Anak-anak anda, agar puasa ini dapat tercipta suasa M.T. (Memang Top.) Wallhu a'lam bisawwab. 

    Demikian kultum menyambut datangnya bulan Ramadhan; Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dengan ikhlas. 

    Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka.

    517 Islam Kaafah (Kategori posting Kultum).
    Pembaca budimana Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
    Kultum Ramadhan. 
    Assalamu'alaikum Wr.Wb. 
    Alhamdulillah puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah swt. bahwa pada kesempatan di malam bulan Ramadhan ini, kita masih diberikah nikmat yang begitu besar, nikmat iman di dalam Islam, nikmat sehat wal afiat, sehingga dapat berkumpul di masjid/mushalla yang mulia ini dalam rangka sholat Isa berjamaah dan dilanjutkan shalat taraweh yang insya Allah akan kita tunaikan berjamaah. 
    Shalawat dan salam marilah kita haturkan ke haribaan junjungan Nabi Besar Muhammad saw. serta keluarganya, para sabahabat, Tabi'in, Tabiut-Tabi'in, dan insya Allah kepada kita semua yang hingga saat ini bahkan detik ini, masih istiqomah mengamalkan risalahnya, akan mendapat safa'at di yaumil akhir kelak. Aamiin...

    Kali ini saya akan mengupas tentang "Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka". 
    Betapa banyak manusia di dunia ini yang tersesat jalannya dalam rangka menyembah TuhanNya /Allah swt. Mereka sangat rajin bahkan dapat disebut istiqmah dalam beribadah. Namun yang mereka sembah atau diibadahi salah sasaran hingga membawa dirinya menjadi sesat.  Tauhid mereka tercemar dan terjebak oleh amalan-amalan yang bersifat musyrik, riya', (pamer), ingin dipuji, bid'ah yang sesat, bahkan kadang banyak hal-hal yang dianggap beribadah, padahal perbuatan/amalan mereka adalah amalan Mubah (yang tidak ada pahalanya sama sekali). 

    Ibadah-ibadah yang seperti diatas adalah ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi saw.  Bagaimana agar ibadah kita baik dan benar?. Tentunya harus mau belajar dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. apaun bentuk ibadah kita baik yang Mahdhah maupun ghoiru mahdhah. Beribadah tanpa dengan tuntunan Nabi saw. maka akan banyak ditemui kekeliruan-keliruan dalam pengamalannya. Dan pada akhirnya orang yang demikian hanya akan mendapat capeknya saja tetapi tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan yaitu pahala dari Tuhanya yang akan dapat menyelamatkan dari api neraka kelak di alam baqa' sana. 

    Dan bahkan mereka lebih capek dalam beribadahnya namun tetap akan mendapat balasan neraka dikarenakan salah dalam pengamalannya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut : 
    "Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?" (QS, AlGhaasiyah : 1)
    "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina" (QS. Al-Ghaasiyah : 2)
    "(Mereka) Telah bekerja keras lagi kepayahan" (QS, Al-Ghaasiyah : 3)
    "(Tetapi) Memasuki api yang sangat panas (neraka)". (QS, Al-Ghaasiyah : 4)
    Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan satu riwayat dari Abu Imran al-Jauni, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab r.a. pernah melewati sebuah kuil yang dihuni/ditinggali oleh seorang rahib Nasrani. Lalu Umar-pun memanggilnya "wahai Rahib, wahai rahib", Rahib-pun menoleh, saat itu Umar terus memandangi sang Rahib, dan Umar perhatikan dengan seksama, ternyata ada banyak bekas ibadah di tubuhnya. Kemudian Umar tiba-tiba menangis dengan sedihnya. 

    Beliau-pun ditanya "wahai Amirul Mukminin" Apa yang membuat anda menangis? Dan mengapa anda menangis ketika melihatnya. "Jawab Umar aku teringat firman Allah swt. dalam al-Qur'an yang artinya seperti diatas, mereka rajin beribadah namun mereka tetap memasuki api yang sangat panas (neraka). Itulah yang membuatku menangis dan sedih, karena aku merasa kasihan terhadap mereka. (Tafsir Ibnu Katsir hal.8 no 385) 

    Kaum Muslimin yang di rahmati Allah, 
    Tahukah mengapa mereka masuk neraka?. Mereka memang "ahli ibadah", namun semua sia-sia justru ibadah mereka mengantarkan ke neraka. Apakah Allah dzalim terhadap mereka? Tentu jawabannya adalah "Tidak". Karena Allah tidak akan sedikitpun bahka setitikpun mendzalimi hambaNya.
    Lalu apa yang menyebakan mereka masuk neraka padahal mereka rajin ibadah?. Sebab mereka salah dalam beribadah kepada Tuhannya. Mereka beribadah dengan rajin, namun salah sasaran, salah tata cara, cara niatnya, salah mengamalkannya, salah yang disembah atau bahkan salah semuanya. Maka bagaimana mungkin Allah akan menerimanya, yang ada adalah Allah memberikan hukuman kepada mereka.

    Kaum muslimin, bersyukurlah kita sudah memiliki modal yaitu sebagai orang Islam (Iman Tauhid). yang dapat menuntun kita dalam mengamalkan segala ibadah yang disyari'atkan oleh agama dengan tuntunan yang benar. Sehingga tidak akan tersesat untuk menemui Tuhan-Nya kelak.  Karena siapa saja yang ingin menjumpai Tuhannya haruslah mengikuti Firman Allah SWT sebagai berikut :  
    "....Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (QS, Al-Kahfi : 110).  

    Oleh karena itu marilah kita menjadi orang yang selalu mencintai sunnah dan berusaha untuk menyebarkan bahwa sunnah ini sangatlah penting. Apa sunnah itu? Sunnah adalah semua yang telah dilakukan, diucapkan, didiamkan, dilarang, dan diperintahkan, oleh Nabi saw. itulah sunnah. Adapun sunnah Fi'liyah (perilaku) diantaranya adalah cara berpakain, janggut yang tumbuh rambut (Jenggot) bersiwak, dan hal-hal yang bersifat fisik dari Nabi saw itu sendiri. Dan kita berusaha menyesuaikan amal kita dengan sunnah yang pernah Rasulullah contohkan. 
    Kita dapat tiru semangat para ulama terdahulu dalam meniti sunnah Nabi saw. sampai mereka berdoa kepada Allah SWT sebagai berikut: 
    "Ya Allah matikanlah aku di atas Islam dan Sunnahnya" (HR. Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad hal.9 no. 354).  

    Demikian, kultum materi Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka. Semoga bermanfaat dan dapat kita hayati serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam bisawwab.  

    Kultum Bahasa Jawa; Kanthi Judul "Sabar Lan Shalat"


    517 Islam Kaafah (Kategori posting Kultum)
    Sederek pengaos ingkang munulya, Rahmat saha Bimbingan Allah SWT. mugi tansah dipun curahaken dumateng kita sedaya, pakarya menapa kemawon wonten ing dunya niki, kangge nggayuh kamulyan lan nggayuh Ridhonipun Gusti Allah wonten Akhirat mangke. Aamiin...

    Kaum Muslimin lan Muslimat ingkang dipun Rahmati dening Allah SWT, 
    Alhamdulillah, puji syukur kita dumateng Gusti Allah, ingkang sampun paring iman Islam dumateng kita sedaya lan paring kesehatan, dene ngantos dinten menika wonten malem ramadhan kita tesih saged anglampahi sedoyo perintahipun, salah setungalipun inggih menika saged anindak-aken shalat Isya sareng-sareng lan dipun terusaken shalat taraweh jama'ah wonten mesjid ingkan minulya menika. 

    Shalawat saha salam mongga kita aturaken dumateng haribaan junjungan Nabi akhir zaman nggih menika Nabi Muhammad saw. lan keluarganipun, para sahabat, para tabi'in lan tabiut-tabi'in saha kita sedaya ingkang ngantos dinten menika tesih angrungkepi lan nindaken ajaranipun, mugi-mugi angsal syafa'tipun wonten akhirat mangke. Aaamin ya robbal 'alamin. 

    Kaum muslimin lan muslimat ingkang dipun Rahmati dening Allah SWT, 
    Saben menungsa menika pasti tansah mbetahaken pitulungan. Pitulungan ingkan paling pas lan sae ugo paling leres, nggih menika namung pitulungan saking Allah SWT. Sabar lan nindakaken Shalat ingkang, khusu' saged ndadosaken manungsa angsal pitulungan saking Gusti Allah, pitulungan gangsar rezekinipun, lan pitulungan kawarasan raga lan rohanipun. Amargi sabar lan shalat, menika sabar amalan hati, menawi shalat amalan anggota badan. Kalih perkawis menika nggadahi kekdudukan ingkang mulia.

    Wonten ndalem kitab Al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 45-46 Allah berfirman :
    وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ 
    الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
    "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali orang yang khusyu' " (QS Al-Baqarah : 45)
    "Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (QS Al-Baqarah : 46). 

    Saking ayat-ayat menika saged kita pahami bilih kita kedah nyuwun dumateng Gusti Allah kanthi sabar lan  shalat ingkang khusu'. Sabar lan shalat menika salah setunggaling amalan ingkang utami menawi kita bade nyuwun menapa kemawon, dumateng Gusti Allah amargi sabar lan shalat menika amalah shaleh ingkang saged nyaketaken diri kita dumateng Allah SWT. Kita dipun arahaken supados sabar menawi nampi cobaan susah utawi nampi kesenangan, sebab perkara ingkang kalih niki hakekatipun sedoya ujian. Dipun coba kesusahan inggih ujian dipun paringi kesenengan nggih ujian. 
    Para ulama membagi kesabaran menika dados 3 perkawis.
    1. Sabar anggenipun nindaaken perintahipun Allah swt. 
    2. Sabar anggenipun nebihi laranganipun Allah swt.
    3. Sabar anggenipun nampi musibah/ujian saking Allah swt. 
    Dene tigang perkawis menika kedah dipun tindaaken kanti sae, ikhlas, supados kita pikantuk petulungan Allah swt. 

    Kaum muslimin lan muslimat ingkang dipun Rahmati dening Allah SWT
    Mila supados kita dipun pinaringan pitulung saking Gusti Allah, inggih menika kanti nindaaken shalat ingkang khusu' lan ikhlas namun dipun tumuju dumateng Allah SWT semata. Lampahaken shalat wajib gangsal wektu, lan dipun tambah shalat sunnah-sunnah ingkang dipun perintahaken kados ingkang dipun contohaken dening kajeng Nabi Muhammad SAW.  Kanti pasrah mengaturaken kelemahan/kekirangan lang pasrah kanti donga yen kita sangat membutuhkan sanget pertolongan saking Gusti Allah SWT.    

    Rasulallah saw. nate ngajaraken shalat hajat kegem nyuwun pitulungan Allah. Shalat istikharah kagem nyuwun kemantepan hati menawi wonten kalih perkawis ingkang membingungkan. Kita ugi sampun dipun ajaraken shalat tahajjud terutama wonten ing sepertiga malam terakhir wekdal ingkang dipun istimewaaken dening Gusti Allah. Menawi wonten hamba ingkang nyuwun ampun dumateng Gusti Allah bakal Allah ngampuni dosanipun. Menawi nyuwun pitulungan menapa kemawon, ingkang dipun pengini kita, pasti Allah bade maringi pitulungan menika. 
    Sumangga wonten ing shalat kita tansah nyuwun pitulunanipun Gusti Allah lan tentunipun kedah kanti kesabaran. Insyaallah kita saged tansah pinaringan pitulungan saking Gusti Allah. Aamiin.... 

    Kula cepaki semanten kultum malem menika wonten judul "Sabar lan Shalat" menawi kita tesih kepanggih malih dipun sambung kanti kultum judul ingkang sanesipun.  
    Wasalamu'alaikum wr.wb. 

    Share this post 

    Rabu, 18 Februari 2026

    Marilah Kita Jemput "Lailatul Qadar" (Malam Yang Penuh Kemuliaan)

    517 Islam Kaafah Kajian Khazanah Islam (Kategori Posting Kultum Ramadhan) 
    Pembaca budiman Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

    Malam ganjil, 21 atau 23 bulan Ramadhan, Imam Syafi'i memprediksikan akan turun Lailatul Qadar (Malam penuh dengan Kemuliaan). 
    Tak terasa, kita sudah masuk etape akhir dari perjumpaan bulan Ramadhan 1440 H. Setiap kita, penerima  tamu Agung ini, (Ramadhan) pasti akan mendengar kalimat "Lailatul Qadar" yang sering disampaikan oleh para da'i atau ustadz.  Lalu apa itu, Lailatul Qadar?. 

    Rasulullah saw.  pernah menceritakan kisah empat lelaki dari Bani Isra'il. Mereka menyembah Allah selama 80 tahum tanpa durhaka kepada-Nya. Mereka ialah Ayyub, Zakaria, Hizkil Ibnu al-Ajuz dan Yusya' Ibnu Nun. Kemudian para sahabat merasa kagum mendengar kisah itu. Maka datanglah Malaikat Jibril dan berkata, : sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan yang lebih baik dari itu. Kemudian Jibril membacakan surah Al-Qadar : 1-3.

    latul Qadar kepada Rasulullah saw. Ia bertanya,"Wahai Rasululullah, apakah Lailatul Qadar hanya di bulan Ramadhan ataukah ada di bulan lain?" Rasululullah saw menjawab : "Tidak ia hanya ada di bulan Ramadhan"

    Ia bertanya lagi, "Apakah Lailatul ada hingga hari kiamat?" Rasulullah menjawab, "Lailatul Qadar ada hingga kiamat." Ia bertanya lagi, "Kapan kah Lailatul Qadar dapat dijumpai dalam Ramadhan?" Rasulullah, menjawab, "Carilah Lailatul Qadar dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadhan"Jangan kamu bertanya lagi mengenai apapun sesudah ini"

    Lalu Rasulullah melanjutkan perbincangannya, kemudian Abu Dzar memmotong pembicaraanya dan bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, aku bersumpah kepadamu demi hakku atas dirimu setelah engkau menceritakan kepadaku, di malam dua puluh berapakah Lailatul Qadar itu?." Maka beliau kelihatan marah. Lalu beliau bersabda : "Carilah ia di malam-malam tujuh terakhir dan jangan lagi engkau menanyakan kepadaku setelah ini".

    Diriwayatkan oleh Aisyah r.anha. bila masuk 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar berdasarkan ghalibnya turun pada malam-malam ganjil sepertiga akhir Ramadhan.
    Dalam Hasyiyah al-Bajuri, diterangkan bahwa Imam Syafi'i memprediksi yang paling diharapkan ialah malam 21 atau 23. Sementara dalam I'anatut Thalibin diuraikan ada pula ulama yang meramalkan Lailatul Qadar berdasarkan pada hari pertama datangnya Ramadahan.

    Imam Fakhruddin ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir aw Mafatihul Ghaib menjelaskan, persoalan kematian, kiamat, dan Lailatul Qadar, memang sengaja disamarkan oleh Allah SWT agar manusia senantiasa meningkatkan ketakwaannya. Justru disitulah letak keadilan Allah. Andai Allah menjelaskan hal ghaib itu, tentu Allah berlaku zalim kepada hamba-Nya. sebab dikhawatirkan umat manusia hanya berbondong-bondong mengejar amal hanya pada saat tertentu.

    Karakteristik dari Lailatul Qadar ialah turunnya para malaikat membanjiri bumi dengan membawa keberkahan dan rahmat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. menjelaskan ciri Lailatul Qadar, yaitu malam yang sunyi lagi tenang, tidak panas dan tidak dingin, dan pada  malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.  Keosokan harinya cahaya matahari agak kemerah-merahan dengan udara yang sangat sejuk dan penuh kedamaian.  (Al-Qur'an Surat ke-97 : 5).

    Pada malam Lailatul Qadar yang diperkirakan akan turun pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan marilah kita perbaiki takdir kita dengan amalan-amalan yang shaleh.
    Banyak orang berlomba-lomba mengejar Lailatul Qadar dengan cara melakukan i'tikaf di masjid dan memperbanyak amal shaleh.

    Pengeratian Lailatul Qadar.
    Para ahli tafsir menyebutkan Lailatul Qadar sebagai berikut :
    Pertama : Kata Qadar artinya kemuliaan derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. Lailatul Qadar menjadi malam yang mulia. "Kata al-Fakhruraji, dalam tafsirnya. Hal itu karena fa'il dan fi'il, yaitu pelaku dan apa yang dilakukan. Orang yang melakukan ibadah dan amal saleh malam itu akan menjadi mulia dan ketaatan yang dilakukan pada malam itu juga memiliki nilai yang sangat tinggi di hadapan Allah Swt.

    Kedua : Qadr berarti juga sempit. Disebut Lalilatul Qadar sebab sempitnya bumi karena diturunkannya para malaikat. Pada saat tu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Allah Swt. untuk mengatur semua urusan (QS Al-Qadr (97) : 4).

    Ketiga : Qadr berarti ketentuan Ilahi dalam kehidupan manusia. Inilah malam ketika Allah menurunkan takdir semua peristiwa dalam tahun tersebut, hidup dan mati, suka dan duka, tenang dan damai dll.
    Hal ini dipertegas dalam surat ad-Dukhan ayat 4-5. "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah mengutus (rasul-rasul)"
    Marilah kita perbaiki dengan beramal shaleh dan berdo'a pada malam perubahan takdir dengan tetap istiqamah dalam beribadah kepada Allah swt.
    Mintalah pema'afan-Nya yang begitu mulia agar diturunkan kepada kita, sehingga saat terbuka pintu ma'af-Nya menjadi mudahlah kita menjemputnya dengan datangnya Qadr tersebut.
    Allahuma innaka 'afuwwun tuhibul'afwa fa'fu anni.  Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pema'af yang menyukai permintaan ma'af. Maka ma'afkanlah aku. (Hadits diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, al-Nasa'i dan Ibnu Majah)

    Demikian uraian singkat Lailatul Qadar (Malam Yang Penuh Kemuliaan). Semoga bermanfaat dan menambah khazanah kita dalam pengamalan agan Islam yang yang diridhoi ini. Aamiin...
    Wallahu 'alam bishawwab.

    5 Pesan Khusus Rasulullah s.a.w Menjelang Bulan Suci Ramadhan.

     

    Islam Kaafah (kategori posting Kultum)
    Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah serta mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...

    Rasulullah s.a.w memberikan pesan khusus menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan. 
    Dari dua belas bulan dalam tahun Hijriyyah ada bulan yang sangat istimewa yaitu bulan suci Ramadhan yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya oleh kaum muslimin di dunia ini. Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, serta bulan yang dijauhkannya dari siksa api neraka. 

    Nabi Muhammad s.a.w acap kali menyampaikan sambutan khusus, dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Adapun pesan-pesan khusus ini disampaikan kepada para sahabat Rasulullah s.a.w. agar dapat meraih kemuliaan di dalam bulan suci Ramadhan tersebut.  
    Mengutip dari Majalah Ramadhan, diantara pesan kutipan tersebut sedikitnya ada 5 (lima) pesan yang disampaikan kepada para sabahabat diantaranya ialah : 
    1. Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Agung yang membawa berkah, rahmat, mahgfirah atau ampunan. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Jam demi jam, menit demi menit, dan detik demi detiknya adalah saat yang paling utama. Hari-hari siangnya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. 
    Pada bulan ini Allah memanggilmu dengan panggilan istimewa yaitu "Hai orang-orang yang beriman" berpuasalah kamu sebagaiman orang-orang sebelum-mu agar kamu menjadi orang yang bertakwa. Karena dengan ketakwaanmu maka Allah akan memuliakan dalam kehidupan di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kelak.   
    Pada bulan ini setiap desah nafasmu menjadi tasbih, sedangkan tidurmu di bulan ini, hanya sekedar untuk istrihat sejenak menjadi ibadah, amalmu diterima, dan permohonanmu dikabulkan.  

    Maka memohonlah kepada Allah SWT Rabbmu dengan disertai niat yang tulus, hati yang besih agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa (shiyam) dan istiqamah membaca kitab-Nya. Perhatikanlah ada orang-orang yang celaka pada bulan yang agung ini, karena tidak mendapat ampunan Allah SWT. dikarenakan tidak memberi sedekah kepada kaum fakir dan miskin. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di waktu hari kiamat telah datang.
    Muliakanlah kedua orang tuamu, hormatilah yang lebih tua dan sayangilah yang lebih muda, jagalah lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu pandang, dan pendengaran dari apa yang tidak halal dalam mendengarkannya. Kasihanilah anak-anak yatim.

    Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk memohon/berdoa pada waktu shalatmu, sebab waktu itu, saat-saat yang paling istimewa ketika Allah memandang hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia (Allah) menjawab ketika mereka menyeru-Nya, Dia menyambut ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan ketika dia berdoa memohon kepada-Nya. 

    2. Wahai manusia, sesungguhnya dirimu menjadi agunan karena amal-amalmu. Maka bebaskanlah  atu tebus dengan istighfar. Punggungmu berat menanggung (dosamu). Maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuliah bahwa Allah SWT bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang yang shalat dan sujud, dan juga tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Allah Rabb penguasa alam. 

    3. Wahai manusia, Siapa saja diantara kalian memberi buka puasa kepada orang muslim yang pada bulan ini (bulan Ramadhan) sedang berpuasa dan tiba waktunya berbuka, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan diampuni dosanya yang telah lalu. (Sahabat bertanya "Ya Rasulullah tidaklah kami semua berbuat demikian?" (Rasulullah melanjutkan) sabdanya "Jagalah dirimu walau hanya dengan sebiji kurma. Dan Jagalah dirimu dari api neraka walau hanya dengan seteguk air.
    4. Wahai manusia, Siapa saja yang memperbaiki akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati jembatan sirathal mustaqim pada hari ketika laki-laki lain tergelincir.  Dan siapa yang memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa membaca satu ayat Al-Qur'an pada bulan ini, ganjarannya sama dengan menghatamkan Al-Qur'an pada bulan lain.

    5. Wahai manusia, Sesungguhnya pintu surga dibukakan, maka untuk itu mohonlah kepada Allah agar pintu tak akan ditutup uktukmu. Dan ketika pintu neraka ditutup, mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah dibukanya untukmu. Saat-saat setan dibelenggu pada bulan ini, maka mohonlah agar setan itu tak pernah menguasaimu. Pada akhir pesan yang terakhir/kelima, Amirul Mukminin berdiri dan berkata " Ya Rasulullah apa amal yang paling istimewa pada bulan ini?. Rasulullah, s.a.w. menjawab : "Ya Abal Hasan, amal yang paling istimewa adalah menjaga diri apa yang diharamkan oleh Allah SWT.  Wallahu 'alam.

    Demikian uraian singkat "5 Pesan Khusus Rasulullah, s.a.w. Menjelang Bulan suci Ramadhan. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi untuk lebih semangat dalam menyongsong datangnya bulan Ramadhan yang sudah di depan mata.

    SEORANG LELAKI PENDUDUK SURGA (Kultum Ramadhan) ke-13

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Pembaca budi...