Pembaca budimana Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan
mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih
kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
Kultum Ramadhan.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah swt.
bahwa pada kesempatan di malam bulan Ramadhan ini, kita masih diberikah
nikmat yang begitu besar, nikmat iman di dalam Islam, nikmat sehat wal
afiat, sehingga dapat berkumpul di masjid/mushalla yang mulia ini dalam
rangka sholat Isa berjamaah dan dilanjutkan shalat taraweh yang insya
Allah akan kita tunaikan berjamaah.
Shalawat dan salam marilah kita haturkan ke haribaan junjungan Nabi
Besar Muhammad saw. serta keluarganya, para sabahabat, Tabi'in,
Tabiut-Tabi'in, dan insya Allah kepada kita semua yang hingga saat ini
bahkan detik ini, masih istiqomah mengamalkan risalahnya, akan mendapat
safa'at di yaumil akhir kelak. Aamiin...
Kali ini saya akan mengupas tentang "Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka".
Betapa banyak manusia di dunia ini yang tersesat jalannya dalam rangka
menyembah TuhanNya /Allah swt. Mereka sangat rajin bahkan dapat disebut
istiqmah dalam beribadah. Namun yang mereka sembah atau diibadahi salah
sasaran hingga membawa dirinya menjadi sesat. Tauhid mereka tercemar
dan terjebak oleh amalan-amalan yang bersifat musyrik, riya', (pamer),
ingin dipuji, bid'ah yang sesat, bahkan kadang banyak hal-hal yang
dianggap beribadah, padahal perbuatan/amalan mereka adalah amalan Mubah
(yang tidak ada pahalanya sama sekali).
Dan bahkan mereka lebih capek dalam beribadahnya namun tetap akan
mendapat balasan neraka dikarenakan salah dalam pengamalannya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut :

"Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?" (QS, AlGhaasiyah : 1)
"Banyak muka pada hari itu tunduk terhina" (QS. Al-Ghaasiyah : 2)
"(Mereka) Telah bekerja keras lagi kepayahan" (QS, Al-Ghaasiyah : 3)
"(Tetapi) Memasuki api yang sangat panas (neraka)". (QS, Al-Ghaasiyah : 4)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan satu riwayat dari Abu Imran
al-Jauni, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab r.a. pernah melewati sebuah
kuil yang dihuni/ditinggali oleh seorang rahib Nasrani. Lalu Umar-pun
memanggilnya "wahai Rahib, wahai rahib", Rahib-pun menoleh, saat itu
Umar terus memandangi sang Rahib, dan Umar perhatikan dengan seksama,
ternyata ada banyak bekas ibadah di tubuhnya. Kemudian Umar tiba-tiba
menangis dengan sedihnya.
Beliau-pun ditanya "wahai Amirul Mukminin" Apa yang membuat anda
menangis? Dan mengapa anda menangis ketika melihatnya. "Jawab Umar aku
teringat firman Allah swt. dalam al-Qur'an yang artinya seperti diatas,
mereka rajin beribadah namun mereka tetap memasuki api yang sangat panas
(neraka). Itulah yang membuatku menangis dan sedih, karena aku merasa
kasihan terhadap mereka. (Tafsir Ibnu Katsir hal.8 no 385)
Kaum Muslimin yang di rahmati Allah,
Tahukah mengapa mereka masuk neraka?. Mereka memang "ahli ibadah", namun semua sia-sia justru ibadah mereka mengantarkan ke neraka. Apakah Allah dzalim terhadap mereka? Tentu jawabannya adalah "Tidak". Karena Allah tidak akan sedikitpun bahka setitikpun mendzalimi hambaNya.
Lalu apa yang menyebakan mereka masuk neraka padahal mereka rajin
ibadah?. Sebab mereka salah dalam beribadah kepada Tuhannya. Mereka
beribadah dengan rajin, namun salah sasaran, salah tata cara, cara
niatnya, salah mengamalkannya, salah yang disembah atau bahkan salah
semuanya. Maka bagaimana mungkin Allah akan menerimanya, yang ada adalah
Allah memberikan hukuman kepada mereka.
Kaum muslimin, bersyukurlah kita sudah memiliki modal yaitu sebagai
orang Islam (Iman Tauhid). yang dapat menuntun kita dalam mengamalkan
segala ibadah yang disyari'atkan oleh agama dengan tuntunan yang benar.
Sehingga tidak akan tersesat untuk menemui Tuhan-Nya kelak. Karena
siapa saja yang ingin menjumpai Tuhannya haruslah mengikuti Firman Allah
SWT sebagai berikut :
"....Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah
ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (QS, Al-Kahfi : 110).
Oleh karena itu marilah kita menjadi orang yang selalu mencintai sunnah
dan berusaha untuk menyebarkan bahwa sunnah ini sangatlah penting. Apa
sunnah itu? Sunnah adalah semua yang telah dilakukan, diucapkan,
didiamkan, dilarang, dan diperintahkan, oleh Nabi saw. itulah sunnah.
Adapun sunnah Fi'liyah (perilaku) diantaranya adalah cara berpakain,
janggut yang tumbuh rambut (Jenggot) bersiwak, dan hal-hal yang bersifat
fisik dari Nabi saw itu sendiri. Dan kita berusaha menyesuaikan amal
kita dengan sunnah yang pernah Rasulullah contohkan.
Kita dapat tiru semangat para ulama terdahulu dalam meniti sunnah Nabi
saw. sampai mereka berdoa kepada Allah SWT sebagai berikut:
"Ya Allah matikanlah aku di atas Islam dan Sunnahnya" (HR. Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad hal.9 no. 354).
Demikian, kultum materi Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka. Semoga bermanfaat dan dapat kita hayati serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam bisawwab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar