517 Islam Kaafah Kajian Khazanah Islam (Kategori Posting Kultum Ramadhan)
Pembaca budiman Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan
mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih
kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
Malam ganjil, 21 atau 23 bulan Ramadhan, Imam Syafi'i memprediksikan akan turun Lailatul Qadar (Malam penuh dengan Kemuliaan).
Tak terasa, kita sudah masuk etape akhir dari perjumpaan bulan Ramadhan
1440 H. Setiap kita, penerima tamu Agung ini, (Ramadhan) pasti akan
mendengar kalimat "Lailatul Qadar" yang sering disampaikan oleh para
da'i atau ustadz. Lalu apa itu, Lailatul Qadar?.
Rasulullah saw. pernah menceritakan kisah empat lelaki dari Bani
Isra'il. Mereka menyembah Allah selama 80 tahum tanpa durhaka
kepada-Nya. Mereka ialah Ayyub, Zakaria, Hizkil Ibnu al-Ajuz dan Yusya'
Ibnu Nun. Kemudian para sahabat merasa kagum mendengar kisah itu. Maka
datanglah Malaikat Jibril dan berkata, : sesungguhnya Allah SWT telah
menurunkan yang lebih baik dari itu. Kemudian Jibril membacakan surah
Al-Qadar : 1-3.
517 Islam Kaafah Kajian Khazanah Islam (Kategori Posting Kultum Ramadhan)
Pembaca budiman Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan
mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih
kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
Malam ganjil, 21 atau 23 bulan Ramadhan, Imam Syafi'i memprediksikan akan turun Lailatul Qadar (Malam penuh dengan Kemuliaan).
Tak terasa, kita sudah masuk etape akhir dari perjumpaan bulan Ramadhan
1440 H. Setiap kita, penerima tamu Agung ini, (Ramadhan) pasti akan
mendengar kalimat "Lailatul Qadar" yang sering disampaikan oleh para
da'i atau ustadz. Lalu apa itu, Lailatul Qadar?.
Rasulullah saw. pernah menceritakan kisah empat lelaki dari Bani
Isra'il. Mereka menyembah Allah selama 80 tahum tanpa durhaka
kepada-Nya. Mereka ialah Ayyub, Zakaria, Hizkil Ibnu al-Ajuz dan Yusya'
Ibnu Nun. Kemudian para sahabat merasa kagum mendengar kisah itu. Maka
datanglah Malaikat Jibril dan berkata, : sesungguhnya Allah SWT telah
menurunkan yang lebih baik dari itu. Kemudian Jibril membacakan surah
Al-Qadar : 1-3.
latul Qadar kepada Rasulullah saw. Ia bertanya,"Wahai Rasululullah, apakah Lailatul Qadar hanya di bulan Ramadhan ataukah ada di bulan lain?" Rasululullah saw menjawab : "Tidak ia hanya ada di bulan Ramadhan"
Ia bertanya lagi, "Apakah Lailatul ada hingga hari kiamat?" Rasulullah menjawab, "Lailatul Qadar ada hingga kiamat." Ia bertanya lagi, "Kapan kah Lailatul Qadar dapat dijumpai dalam Ramadhan?" Rasulullah, menjawab, "Carilah Lailatul Qadar dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadhan"Jangan kamu bertanya lagi mengenai apapun sesudah ini"
Lalu Rasulullah melanjutkan perbincangannya, kemudian Abu Dzar memmotong pembicaraanya dan bertanya lagi, "Wahai
Rasulullah, aku bersumpah kepadamu demi hakku atas dirimu setelah
engkau menceritakan kepadaku, di malam dua puluh berapakah Lailatul
Qadar itu?." Maka beliau kelihatan marah. Lalu beliau bersabda : "Carilah ia di malam-malam tujuh terakhir dan jangan lagi engkau menanyakan kepadaku setelah ini".
Diriwayatkan oleh Aisyah r.anha. bila masuk 10 hari terakhir Ramadhan,
Rasulullah saw. mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan
membangunkan keluarganya. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Lailatul
Qadar berdasarkan ghalibnya turun pada malam-malam ganjil sepertiga
akhir Ramadhan.
Dalam Hasyiyah al-Bajuri, diterangkan bahwa Imam Syafi'i memprediksi
yang paling diharapkan ialah malam 21 atau 23. Sementara dalam I'anatut
Thalibin diuraikan ada pula ulama yang meramalkan Lailatul Qadar
berdasarkan pada hari pertama datangnya Ramadahan.
Imam Fakhruddin ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir aw Mafatihul Ghaib
menjelaskan, persoalan kematian, kiamat, dan Lailatul Qadar, memang
sengaja disamarkan oleh Allah SWT agar manusia senantiasa meningkatkan
ketakwaannya. Justru disitulah letak keadilan Allah. Andai Allah
menjelaskan hal ghaib itu, tentu Allah berlaku zalim kepada hamba-Nya.
sebab dikhawatirkan umat manusia hanya berbondong-bondong mengejar amal
hanya pada saat tertentu.
Karakteristik dari Lailatul Qadar
ialah turunnya para malaikat membanjiri bumi dengan membawa keberkahan
dan rahmat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw.
menjelaskan ciri Lailatul Qadar, yaitu malam yang sunyi lagi tenang,
tidak panas dan tidak dingin, dan pada malam itu penuh kesejahteraan
hingga terbit fajar. Keosokan harinya cahaya matahari agak
kemerah-merahan dengan udara yang sangat sejuk dan penuh kedamaian.
(Al-Qur'an Surat ke-97 : 5).
Pada malam Lailatul Qadar yang diperkirakan akan turun pada 10 hari
terakhir di bulan Ramadhan marilah kita perbaiki takdir kita dengan
amalan-amalan yang shaleh.
Banyak orang berlomba-lomba mengejar Lailatul Qadar dengan cara melakukan i'tikaf di masjid dan memperbanyak amal shaleh.
Pengeratian Lailatul Qadar.
Para ahli tafsir menyebutkan Lailatul Qadar sebagai berikut :
Pertama : Kata
Qadar artinya kemuliaan derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah
Swt. Lailatul Qadar menjadi malam yang mulia. "Kata al-Fakhruraji,
dalam tafsirnya. Hal itu karena fa'il dan fi'il, yaitu pelaku dan apa
yang dilakukan. Orang yang melakukan ibadah dan amal saleh malam itu
akan menjadi mulia dan ketaatan yang dilakukan pada malam itu juga
memiliki nilai yang sangat tinggi di hadapan Allah Swt.
Kedua : Qadr berarti juga
sempit. Disebut Lalilatul Qadar sebab sempitnya bumi karena
diturunkannya para malaikat. Pada saat tu turun para malaikat dan Ruh
(Jibril) dengan izin Allah Swt. untuk mengatur semua urusan (QS Al-Qadr
(97) : 4).
Ketiga : Qadr berarti ketentuan
Ilahi dalam kehidupan manusia. Inilah malam ketika Allah menurunkan
takdir semua peristiwa dalam tahun tersebut, hidup dan mati, suka dan
duka, tenang dan damai dll.
Hal ini dipertegas dalam surat ad-Dukhan ayat 4-5. "Pada malam itu
dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (yaitu) urusan yang besar
dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah mengutus (rasul-rasul)"
Marilah kita perbaiki dengan beramal shaleh dan berdo'a pada malam
perubahan takdir dengan tetap istiqamah dalam beribadah kepada Allah
swt.
Mintalah pema'afan-Nya yang begitu mulia agar diturunkan kepada kita,
sehingga saat terbuka pintu ma'af-Nya menjadi mudahlah kita menjemputnya
dengan datangnya Qadr tersebut.
Allahuma innaka 'afuwwun tuhibul'afwa fa'fu anni. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pema'af yang menyukai permintaan ma'af. Maka ma'afkanlah aku. (Hadits diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, al-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Demikian uraian singkat Lailatul Qadar
(Malam Yang Penuh Kemuliaan). Semoga bermanfaat dan menambah khazanah
kita dalam pengamalan agan Islam yang yang diridhoi ini. Aamiin...
Wallahu 'alam bishawwab.
Ia bertanya lagi, "Apakah Lailatul ada hingga hari kiamat?" Rasulullah menjawab, "Lailatul Qadar ada hingga kiamat." Ia bertanya lagi, "Kapan kah Lailatul Qadar dapat dijumpai dalam Ramadhan?" Rasulullah, menjawab, "Carilah Lailatul Qadar dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadhan"Jangan kamu bertanya lagi mengenai apapun sesudah ini"
Lalu Rasulullah melanjutkan perbincangannya, kemudian Abu Dzar memmotong pembicaraanya dan bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, aku bersumpah kepadamu demi hakku atas dirimu setelah engkau menceritakan kepadaku, di malam dua puluh berapakah Lailatul Qadar itu?." Maka beliau kelihatan marah. Lalu beliau bersabda : "Carilah ia di malam-malam tujuh terakhir dan jangan lagi engkau menanyakan kepadaku setelah ini".
Diriwayatkan oleh Aisyah r.anha. bila masuk 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar berdasarkan ghalibnya turun pada malam-malam ganjil sepertiga akhir Ramadhan.
Dalam Hasyiyah al-Bajuri, diterangkan bahwa Imam Syafi'i memprediksi
yang paling diharapkan ialah malam 21 atau 23. Sementara dalam I'anatut
Thalibin diuraikan ada pula ulama yang meramalkan Lailatul Qadar
berdasarkan pada hari pertama datangnya Ramadahan.
Imam Fakhruddin ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir aw Mafatihul Ghaib menjelaskan, persoalan kematian, kiamat, dan Lailatul Qadar, memang sengaja disamarkan oleh Allah SWT agar manusia senantiasa meningkatkan ketakwaannya. Justru disitulah letak keadilan Allah. Andai Allah menjelaskan hal ghaib itu, tentu Allah berlaku zalim kepada hamba-Nya. sebab dikhawatirkan umat manusia hanya berbondong-bondong mengejar amal hanya pada saat tertentu.
Karakteristik dari Lailatul Qadar ialah turunnya para malaikat membanjiri bumi dengan membawa keberkahan dan rahmat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. menjelaskan ciri Lailatul Qadar, yaitu malam yang sunyi lagi tenang, tidak panas dan tidak dingin, dan pada malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Keosokan harinya cahaya matahari agak kemerah-merahan dengan udara yang sangat sejuk dan penuh kedamaian. (Al-Qur'an Surat ke-97 : 5).
Lalu Rasulullah melanjutkan perbincangannya, kemudian Abu Dzar memmotong pembicaraanya dan bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, aku bersumpah kepadamu demi hakku atas dirimu setelah engkau menceritakan kepadaku, di malam dua puluh berapakah Lailatul Qadar itu?." Maka beliau kelihatan marah. Lalu beliau bersabda : "Carilah ia di malam-malam tujuh terakhir dan jangan lagi engkau menanyakan kepadaku setelah ini".
Diriwayatkan oleh Aisyah r.anha. bila masuk 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar berdasarkan ghalibnya turun pada malam-malam ganjil sepertiga akhir Ramadhan.
Imam Fakhruddin ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir aw Mafatihul Ghaib menjelaskan, persoalan kematian, kiamat, dan Lailatul Qadar, memang sengaja disamarkan oleh Allah SWT agar manusia senantiasa meningkatkan ketakwaannya. Justru disitulah letak keadilan Allah. Andai Allah menjelaskan hal ghaib itu, tentu Allah berlaku zalim kepada hamba-Nya. sebab dikhawatirkan umat manusia hanya berbondong-bondong mengejar amal hanya pada saat tertentu.
Karakteristik dari Lailatul Qadar ialah turunnya para malaikat membanjiri bumi dengan membawa keberkahan dan rahmat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. menjelaskan ciri Lailatul Qadar, yaitu malam yang sunyi lagi tenang, tidak panas dan tidak dingin, dan pada malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Keosokan harinya cahaya matahari agak kemerah-merahan dengan udara yang sangat sejuk dan penuh kedamaian. (Al-Qur'an Surat ke-97 : 5).
Pada malam Lailatul Qadar yang diperkirakan akan turun pada 10 hari
terakhir di bulan Ramadhan marilah kita perbaiki takdir kita dengan
amalan-amalan yang shaleh.
Banyak orang berlomba-lomba mengejar Lailatul Qadar dengan cara melakukan i'tikaf di masjid dan memperbanyak amal shaleh.
Pengeratian Lailatul Qadar.
Para ahli tafsir menyebutkan Lailatul Qadar sebagai berikut :
Pertama : Kata Qadar artinya kemuliaan derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. Lailatul Qadar menjadi malam yang mulia. "Kata al-Fakhruraji, dalam tafsirnya. Hal itu karena fa'il dan fi'il, yaitu pelaku dan apa yang dilakukan. Orang yang melakukan ibadah dan amal saleh malam itu akan menjadi mulia dan ketaatan yang dilakukan pada malam itu juga memiliki nilai yang sangat tinggi di hadapan Allah Swt.
Kedua : Qadr berarti juga sempit. Disebut Lalilatul Qadar sebab sempitnya bumi karena diturunkannya para malaikat. Pada saat tu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Allah Swt. untuk mengatur semua urusan (QS Al-Qadr (97) : 4).
Ketiga : Qadr berarti ketentuan Ilahi dalam kehidupan manusia. Inilah malam ketika Allah menurunkan takdir semua peristiwa dalam tahun tersebut, hidup dan mati, suka dan duka, tenang dan damai dll.
Hal ini dipertegas dalam surat ad-Dukhan ayat 4-5. "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah mengutus (rasul-rasul)"
Marilah kita perbaiki dengan beramal shaleh dan berdo'a pada malam perubahan takdir dengan tetap istiqamah dalam beribadah kepada Allah swt.
Mintalah pema'afan-Nya yang begitu mulia agar diturunkan kepada kita, sehingga saat terbuka pintu ma'af-Nya menjadi mudahlah kita menjemputnya dengan datangnya Qadr tersebut.
Allahuma innaka 'afuwwun tuhibul'afwa fa'fu anni. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pema'af yang menyukai permintaan ma'af. Maka ma'afkanlah aku. (Hadits diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, al-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Demikian uraian singkat Lailatul Qadar (Malam Yang Penuh Kemuliaan). Semoga bermanfaat dan menambah khazanah kita dalam pengamalan agan Islam yang yang diridhoi ini. Aamiin...
Wallahu 'alam bishawwab.
Banyak orang berlomba-lomba mengejar Lailatul Qadar dengan cara melakukan i'tikaf di masjid dan memperbanyak amal shaleh.
Pengeratian Lailatul Qadar.
Para ahli tafsir menyebutkan Lailatul Qadar sebagai berikut :
Pertama : Kata Qadar artinya kemuliaan derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. Lailatul Qadar menjadi malam yang mulia. "Kata al-Fakhruraji, dalam tafsirnya. Hal itu karena fa'il dan fi'il, yaitu pelaku dan apa yang dilakukan. Orang yang melakukan ibadah dan amal saleh malam itu akan menjadi mulia dan ketaatan yang dilakukan pada malam itu juga memiliki nilai yang sangat tinggi di hadapan Allah Swt.
Kedua : Qadr berarti juga sempit. Disebut Lalilatul Qadar sebab sempitnya bumi karena diturunkannya para malaikat. Pada saat tu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Allah Swt. untuk mengatur semua urusan (QS Al-Qadr (97) : 4).
Ketiga : Qadr berarti ketentuan Ilahi dalam kehidupan manusia. Inilah malam ketika Allah menurunkan takdir semua peristiwa dalam tahun tersebut, hidup dan mati, suka dan duka, tenang dan damai dll.
Hal ini dipertegas dalam surat ad-Dukhan ayat 4-5. "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah mengutus (rasul-rasul)"
Marilah kita perbaiki dengan beramal shaleh dan berdo'a pada malam perubahan takdir dengan tetap istiqamah dalam beribadah kepada Allah swt.
Mintalah pema'afan-Nya yang begitu mulia agar diturunkan kepada kita, sehingga saat terbuka pintu ma'af-Nya menjadi mudahlah kita menjemputnya dengan datangnya Qadr tersebut.
Allahuma innaka 'afuwwun tuhibul'afwa fa'fu anni. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pema'af yang menyukai permintaan ma'af. Maka ma'afkanlah aku. (Hadits diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, al-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Demikian uraian singkat Lailatul Qadar (Malam Yang Penuh Kemuliaan). Semoga bermanfaat dan menambah khazanah kita dalam pengamalan agan Islam yang yang diridhoi ini. Aamiin...
Wallahu 'alam bishawwab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar