بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Salam jumpa kembali pembaca budiman, semoga dirahmati Allah SWT. aamiin ....
Rasiyambumen / Pelangi Khazanah Islam masih menyajikan Kultum Ramadhan dengan judul Kejujuran Hati.
Firman Allah di bawah ini menceritakan tentang orang yang beruntung :
فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
"Maka barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung". (QS Ali Imran : 185)
Usai perang Khandaq, Rasulullah saw. memerintahkan kepada pasukan kaum muslimin untuk mengepung benteng Yahudi di Khaibar.
Hal
ini untuk membuat penghitungan akibat ketua mereka, Hujay bin Akhtab
menghasut kabilah-kabilah agar mengepung Madinah di perang Khandaq.
Saat
pengepungan salah satu benteng di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang
penggembala Yahudi bernama Aswad sedang menggiring ribuan kambing.
Khawatir mata-mata maka Aswad pun ditangkap lalu dihadapkan kepada
Rasulullah saw. dan Nabi saw. menasehati Aswad dan akhirnya dia taslim
dan mengucapkan kalimat syahadat.
"Tapi
saya harus kembalikan kambing-kambing ini kepada pemiliknya ya,
Rasulullah "ujar Aswad" "silahkan hak orang harus dikembalikan" jawab
Nabi saw.
Lalu
Aswad mulai memasukkan kambing-kambing itu ke benteng Yahudi, dan
pasukan kaum muslimin dilarang menyerang hingga Aswad selesai.
Selanjutnya
Aswad ikut bergabung dengan pasukan kaum muslimin. Siang itu akhirnya
kaum muslimin berhasil merebut satu dari tiga benteng Yahudi tersebut.
Lalu harta rampasan pun dibagi-bagikan termasuk bagian untuk Aswad. Akan
tetapi Aswad menampiknya, dia tidak mau menerimanya.
"Aku
tidak menginginkan ini ya, Rasulullah saya ingin sahid dan tertusuk
disini dan di sini. "ujar Aswad" sambil menunjuk dada dan lehernya.
Setengah berbisik sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah keinginan Aswad itu sungguh-sungguh atau bukan. ya Rasulullah ?
"Kalau kata-kata itu keluar dari hati nuraninya, maka Allah akan membuktikannya". kata Nabi saw.
Menjelang Ashar perangpun kembali berkecamuk, dan kaum muslimin berhasil merebut benteng kedua namun Aswad gugur dia syahid.
Sahabat melaporkan hal ini kepada Rasulullah saw. "Aswad syahid ya Rasulullah, dia tertusuk di sini dan disini ujar sahabat itu sambil menunjuk leher dan dada.
"Faqad Shadaq (sesungguhnya dia jujur)" kata
Nabi saw. "Dia yang bicara tadi ya Rasulullah, tanya sahabat "Benar dia
itu" jawab Nabi saw. dan Aswad akan menjadi ahli surga.
Dalam
keterangan lain dikisahkan bahwa sejak mengucapkan kalimah syahadat
hingga mencapai syahidnya ternyata Aswad belum sempat menunaikan shalat,
namun takdir berlaku baginya mendapatkan surga Allah SWT.
"Barang siapa diciptakan sebagai ahli surga, maka dimudahkan baginya amal-amal ahli surganya". (al-Hadits)
Kalau
kita tinjau dari segi umur keimanan, tentu Aswad masih sangat belia,
masih mualaf, bahkan melakukan 1 kali sholatpun belum pernah. Namun
karena kejuruan hatinya dia disebut Nabi saw. sebagai orang sidiq dan berhak mendapat surga Allah SWT.
"Subhaanallah, bagaimana dengan kita, yang umur keimanannya jauh lebih tua?" Tanyakan kepada diri kita masing-masing.
Suara tekukur sedih bunyinya
Tentu rindukan bebas terbang
Siapa tak jujur pada hatinya
Tentu selalu merasa bimbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar