517 Islam Kaafah Khazanah Islam (katagori posting Kultum).
Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
Contoh Kultum Ramadhan
Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan, sengaja
penulis jadikan sebagai judul dalam kultum pada hari pertama puasa,
sekilas memang tidak ada korelasi antara marathon dan ramadhon, tetapi
secara psikologis, dan sosiologis bahwa setiap apapun yang akan kita
tempuh dalam suatu perhelatan kegiatan yang mengandung nilai besar pasti
haruslah dipersiapkan yang matang untuk mendapatkan hasil yang maksimal
dan prima/berkualitas.
Seorang atlit marathon yang akan menghadapi pertandingan tingkat
internasional sudah barang tentu harus mempersiapkan seperti; latihan
fisik yang dimulai dari lari 5,10,20 atau 25 km. Bahkan hingga mencoba
untuk lari sampai 40 km. untuk menyamai jarak yang akan dilombakan.
Dapat kita bayangkan jika si atlit itu tidak melakukan sampai 40 km.
bisa-bisa ketika hari lomba tidak akan meraih sampai finis. Hal ini
menunjukkan bahwa latihan harus diusahakan sesuai dengan yang akan
dilombakan.
Perumpamaan di atas mirip seperti kita mempersiapkan dalam menghadapi
bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ramadhan yang lamanya 29 atau 30
hari membutuhkan stamina dan kesiapan yang matang. Betapa sering kita
lihat pada shalat taraweh dalam minggu pertama puasa, yang begitu masih
berjubel penuh dengan jama'ah yang mengikutinya, dan akan menyusut pada
minggu-minggu berikutnya. Dan tidak heran ketika telah sampai pada
minggu terakhir bulan puasa masjid maupun mushalla sudah mulai sangat
longgar dari jama'ah yang mengikuti shalat taraweh tersebut. Hali ini
mungkin juga terjadi dengan puasanya yang sudah batal dan tidak sampai
menyelesaikan final di bulan Ramadhan tersebut. Karena ada yang
mengalami kesehatannya menurun, ada yang flu berat dan ada juga yang
penyakit maghnya kambuh dan penyakit lainnya. Hal ini membuktikan bahwa
persiapan kita yang belum maksimal dalam menghadapi Ramadhan.
Contoh yang dilakukan Rasulullah saw. untuk menghadapi bulan Ramadhan
beliau paling sering melakukan puasa sunnah pada bulan Sya'ban. Hal ini
seperti tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Nasai' dan Abu
Daud (yang dishasehkan Ibu Huzaimah).
Usamah berkata kepada Rasulullah saw. : "Wahai
Rasulullah aku tidak pernah melihat Engkau puasa (sunnah) sebanyak yang
Engkau lakukan dalam bulan Sya'ban". Rasulullah menjawab : "Bulan
Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh
kebanyakan orang".
Maksud hadits ini bahwa Nabi saw. dalam puasa (sunnah) di bulan selain
Sya'ban Nabi saw. tidak pernah sebanyak yang dilakukan pada bulan
Sya'ban. Dan ini memberi contoh bahwa bulan Sya'ban diperbanyak puasa
(sunnahnya) yaitu dalam rangka persiapan puasa
pada bula Ramadhan yang harus penuh sebulan dilakukan secara fardhu dan
tidak boleh satupun ada yang tertinggal dan jika masih ada yang
tertinggal maka harus di bayar pada bulan selain bulan Ramadhan, sesuai
jumlah yang tidak bisa dipenuhi dalam bulan Ramadhan tersebut.
Ibadah lain yang perlu kita persiapkan adalah qiyamu lail atau shalat
malam. Dalam bulan Ramadhan kesempatan untuk melakukan shalat tahajud
sangat dapat dilakukan karena kita akan bangun sebelum makan sahur.
Gunakan waktu sebelum sahur untuk tahajud memohon ampunan dari segala
dosa yang telah kita perbuat. Berdo'a memohon segala hajat yang
dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, agar mendapatkan kehidupan yang
penuh dengan keberkahan yang diberikan Allah swt.
Bacaan atau tilawah al-Qur'an ditingkatkan jumlah dan isi kandunannya
sehingga sehingga dapat menambah keimanan kita dalam beribadah kepada
Allah dengan baik dan benar. Karena kalau hanya baik saja tentu belum
dapat dikatan orang yang beriman dengan paripurna, baik dan benar adalah
formula yang harus dipenuhi. Kalau itu tidak kita lakukan khususnya
dalam bulan yang agung ini maka kerugian yang besar terhadap kita. Bulan
yang Agung ini (Ramadhan) adalah bulan yang penuh berkah bagi setiap
hamba-Nya yang dapat melaksanakan amalan-amalan yang diridhoi Allah
SWT.
Juga jangan lupa kita perlu membuat suasana ceria dalam keluarga dalam
menyambut dan mengisinya bulan Ramadhan yang penuh rahmah ini. Bersihkan
dan rapihkan rumah. Buat suasana rumah agar terasa suasana Ramadhan.
Buat rencana untuk beribadah berjamaah bersama keluarga, misalnya meja
makan atau lesehan dalam menyambut buka puasa, shalat berjama'ah dalam
keluarga, tadarus bersama keluarga. Kepada suami bahagiakan Istri dan
Anak-anak anda, agar puasa ini dapat tercipta suasa M.T. (Memang Top.)
Wallhu a'lam bisawwab.
Demikian kultum menyambut datangnya bulan Ramadhan; Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dengan ikhlas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar