Minggu, 01 Maret 2026

SEORANG LELAKI PENDUDUK SURGA (Kultum Ramadhan) ke-13

 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan).
Pembaca budiman jumpa lagi dengan Rasiyambumen/Pelangi Kzasanah Islam.  Kali ini materi kultum ramadhan berjudul : Seorang Lelaki Penduduk Surga.  Mari kita baca uraiannya di bawah ini :

ادْخُلُوا۟ الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ ﴿الأعراف:)٤٩
"Masuklah ke dalam surga, tidak ada ketakutan bagi kalian dan juga tidak ada kamu bersedihan hati" (QS Al-A'raaf  : 49) 

Saat tengah berlangsung ta'lim Rasululla saw. selepas shalat Ashar di Masjid Madinah. Tiba-tiba Nabi saw. berkata : "akan datang seorang lelaki penduduk surga".

Semua mata sahabat melihat ke arah pintu masjid. Maka masuklah seorang laki-laki, nampaknya ia baru selesai berwudu, dia usap air yang membasahi jenggotnya kemudian dipercikan kebelakang. Lalu laki-laki itu shalat sunnah dua raka'at kemudian ikut bergabung mendengarkan ta'lim tersebut.


Esok harinya pada jam yang sama ta'lim berjalan kembali. Tiba-tiba Nabi saw. berkata pula "akan datang seorang laki-laki dari penduduk surga". 

Semua orangpun menoleh, ternyata dia adalah laki-laki yang di sebut Rasulullah swa,   kemarin. 

Adalah putra Umar bin Khattab yang bernama Abdullah, merasa penasaran mendengar ungkapan Nabi saw. tersebut dua hari berturut-turut. Apa rahasia ibadah orang ini? hingga diberi predikat sebagai "lelaki penduduk surga"

Selesai shalat Isya, Abdullahpun mengikuti laki-laki tersebut dari belakang. Merasa ada orang yang mengikuti di belakangnya, laki-laki itupun menoleh. "Ada apa ya Abdullah? sapa laki-laki itu"
"Bolehkan saya menginap tiga malam ini di rumahmu? saya sedang ada masalah dirumahku. ujar Abdullah.

Boleh "silakan" ujar laki-laki itu.

Setiap tengah malam menjelang subuh Abdullah bin Umar bangun, mencoba mengintip ibadah laki-laki ini, mungkin dia punya kelebihan ibadah dan rajin shalat malam.

Tetapi yang dia lihat hanyalah sebagaimana kebiasaan sahabat secara umum, beribadah menjelang subuh saja, selama tiga malam berturut-turut seperti itu.

Merasa sudah cukup, Abdullah pamit dan berterima kasih kepada tuan rumah. Namun sebelum pergi Abdullah menyempatkan diri bertanya. 

"Aku mendengar Rasulullah saw. berkata bahwa engkau adalah laki-laki dari penduduk surga. Tapi setelah saya perhatikan ternyata ibadah engkau biasa-biasa saja. Apakah ada sesuatu yang Engkau sembunyikan? Tanya Abdullah. 

"Iya seperti yang engkau lihat"  : ujar lelaki itu.

Baiklah kalau begitu saya pamit dan terima kasih atas tumpangan nginapnya, kata Abbdullah sambil berlalu.

Setelah agak jauh tiba-tiba laki-laki itu memanggilnya, Ya, Abdullah kesini"  
Abdullah segera menghampiri dan bertanya "ada apa"? 

Kalaupun ada satu rahasia yang saya lakukan adalah : Setiap malam sebelum tidur saya menghilangkan  semua rasa iri, dengki, terhadap saudara-saudara saya dan saya mema'afkan mereka "ujar laki-laki itu"

"Baiklah terima kasih"  ucap Abdullah kemudian pergi.

Ternyata dengan membersihkan penyakit hati, berupa iri hati, dengki, dan menjadi pema'af sepanjang hidupnya menyebabkan laki-laki itu disebut Nabi saw. sebagai penduduk surga.

Pema'af dan tidak hasad, iri hati adalah sikap seorang bertaqwa. Dan bulan Ramadhan ini adalah satu sarana untuk menempa penyakit hati tersebut. Insya Allah kita akan mendapat Ridha Allah SWt. aamiin.

Kalau ingin untaian melati
boleh petik di dekat telaga
Kalau rajin bersihkan hati
Boleh jadi penghuni surga.

TIBA-TIBA RASULULLAH SAW. BERUBAH (Kultum Ramadhan) 14

                                      

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
517 Islam Kaafah (katagori posting kultum Ramadhan). Pembaca budiman, jumpa kembali. dengan Rasiyambumen /Pelangi Khazanah Islam dengan materiTiba-Tiba Rasulullah saw. Berubah.
فَاسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ 
"Maka istiqomahlah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (QS Hud : 112)  

Tiba-tiba saja rambut Rasulullah saw. cepat berubah, sehingga seorang sahabat bertanya kepada beliau saw. "Mengapa Engkau cepat beruban Ya Rasulullah?".  "Aku cepat berubah lantaran turun surat Hud dan saudara-saudaranya" Jawab Nabi saw. 
Surat Hud dalam Al Qur'an, diantaranya berisi perintah kepada Rasulullah saw. agar istiqomah tetap di jalan yang lurus. Dan lantaran memikirkan konsekuensi dan ayat inilah yang membuat rambut beliau cepat memutih.

Istiqomah juga bermakna konsisten dengan semua niali-nilai yang diturunkan Allah SWT. dan disunnahkan Nabi saw.  Disamping ikhtiar sebagai manusia, maka dalam setiap shalat kita senantiasa berdoa.

"Ihdinas shiraathal mustaqim" Tunjukilah kami ke jalan yan g lurus. Paling tidak ini dibaca 17 kali sehari semalam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya agar kita tidak terjerumus, menyimpang ke jalan yang benkok. 

Perintah istiqomah dalam surat Hud ini, diikuti pula agar mengajak serta orang-orang yang bertaubat namun jangan melampaui batas. Yaitu istiqomah dalam beramal saleh dan bedrdoa kepada Allah SWT. namun  harus tetap menyeimbangkan segala hak, seperti hak Allah atas kita, hak diri kita atas kita, hak keluarga atau hak orang lain atas kita.

Maksudnya adalah meskipun istiqomah, jangan sampai kita menutup diri, kemudian tidak berinteraksi lagi dengan manusia yang lain. Untuk tetap menjaga istiqomah, Allah SWT dalam ayat berikutnya Hud 113 memerintahkan agar kita tidak cenderung kepada orang-orang zhalim.
 وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan". (QS Hud : 113) 

Sekali condong kepada kezhaliman maka Allah SWT akan mencabut perlindungan-Nya dan pertolongan-Nya. Selanjutnya tentu kerugian besar yang akan diperoleh, baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi manusia yang istiqomah di tengah kehidupan yang penuh getah ini tidaklah mudah. Perlu energi tersendiri untuk bertahan di tengah-tengah banyaknya godaan harta, tahta, dan lawan jenis. Mungkin kita harus berulang kali meng adjust membetulkan   langkah-langkah kita manakala sudah mulai dirasakan ada yang menyimpang.

Bagi orang-orang yang beriman dan senantiasa istiqomah dalam kehidupannya, maka di akhir hayatnya kala sakratul maut tiba, maka Allah SWT akan mengutus malaikat yang akan menghibur dan berkata "Wahai hamba Allah yang shaleh/sholehah janganlah engkau takut dan janganlah bersedih. Dan Allah telah menjanjikan surga untuk-mu"  (QS Fushilat : 30)  

Di sinilah tersimpan  sebuah rahasia, mengapa kadang kita saksikan seorang hamba Allah bisa tersenyum saat wafat, melepas ruh dari jasadnya dengan tulus ikhlas. Kerap rasa takut masuk di hati, adakah kita dapat meraih husnul khatimah, akhir yang baik dan bersyahadah, Asyhadu anLaailaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah " Ya Allah kasihi kami dalam sakratul maut tiba. aamiin. 

Siapa senag bunga dahlia
Tentu memilih si warna merah
Siapa tahan godaan dunia
Tentu bahagia di surga Allah. 

KEJUJURAN HATI (Kultum Ramadhan) ke-15

 

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Salam jumpa kembali pembaca budiman, semoga dirahmati Allah SWT. aamiin ....
Rasiyambumen / Pelangi Khazanah Islam masih menyajikan Kultum Ramadhan dengan judul Kejujuran Hati. 

Firman Allah di bawah ini menceritakan tentang orang yang beruntung :

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
"Maka barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung". (QS Ali Imran : 185)

Usai perang Khandaq, Rasulullah saw. memerintahkan kepada pasukan kaum muslimin untuk mengepung benteng Yahudi di Khaibar.

Hal ini untuk membuat penghitungan akibat ketua mereka, Hujay bin Akhtab menghasut kabilah-kabilah agar mengepung Madinah di perang Khandaq.
Saat pengepungan salah satu benteng di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang penggembala Yahudi bernama Aswad sedang menggiring ribuan kambing.  Khawatir mata-mata maka Aswad pun ditangkap lalu dihadapkan kepada Rasulullah saw. dan Nabi saw. menasehati Aswad dan akhirnya dia taslim dan mengucapkan kalimat syahadat.

"Tapi saya harus kembalikan kambing-kambing ini kepada pemiliknya ya, Rasulullah "ujar Aswad"  "silahkan hak orang harus dikembalikan"  jawab Nabi saw.

Lalu Aswad mulai memasukkan kambing-kambing itu ke benteng Yahudi, dan pasukan kaum muslimin dilarang menyerang hingga Aswad selesai.

Selanjutnya Aswad ikut bergabung dengan pasukan kaum muslimin. Siang itu akhirnya kaum muslimin berhasil merebut satu dari tiga benteng Yahudi tersebut. Lalu harta rampasan pun dibagi-bagikan termasuk bagian untuk Aswad. Akan tetapi Aswad menampiknya, dia tidak mau menerimanya.

"Aku tidak menginginkan ini ya, Rasulullah saya ingin sahid dan tertusuk disini dan di sini. "ujar Aswad" sambil menunjuk dada dan lehernya.

Setengah berbisik sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah keinginan Aswad itu sungguh-sungguh atau bukan. ya Rasulullah ?

"Kalau kata-kata itu keluar dari hati nuraninya, maka Allah akan membuktikannya". kata Nabi saw.

Menjelang Ashar perangpun kembali berkecamuk, dan kaum muslimin berhasil merebut benteng kedua namun Aswad gugur dia syahid.

Sahabat melaporkan hal ini kepada Rasulullah saw. "Aswad syahid ya Rasulullah, dia tertusuk di sini dan disini ujar sahabat itu sambil menunjuk leher dan dada.

"Faqad Shadaq (sesungguhnya dia jujur)" kata Nabi saw. "Dia yang bicara tadi ya Rasulullah, tanya sahabat "Benar dia itu" jawab Nabi saw. dan Aswad akan menjadi ahli surga.

Dalam keterangan lain dikisahkan bahwa sejak mengucapkan kalimah syahadat hingga mencapai syahidnya ternyata Aswad belum sempat menunaikan shalat, namun takdir berlaku baginya mendapatkan surga Allah SWT.

"Barang siapa diciptakan sebagai ahli surga, maka dimudahkan baginya amal-amal ahli surganya". (al-Hadits)

Kalau kita tinjau dari segi umur keimanan, tentu Aswad masih sangat belia, masih mualaf, bahkan melakukan 1 kali sholatpun belum pernah. Namun karena kejuruan hatinya dia disebut Nabi saw. sebagai orang sidiq dan berhak mendapat surga Allah SWT.

"Subhaanallah, bagaimana dengan kita, yang umur keimanannya jauh lebih tua?" Tanyakan kepada diri kita masing-masing.

Suara tekukur sedih bunyinya
Tentu rindukan bebas terbang
Siapa tak jujur pada hatinya
Tentu selalu merasa bimbang.

SEORANG LELAKI PENDUDUK SURGA (Kultum Ramadhan) ke-13

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Pembaca budi...