Kajian Khazanah Islam (kategori posting Kultum Ramadhan)
Pembaca budiman, Bimbingan dan Ridha-Nya semoga selalu tercurah serta
mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih
kebahagiaan dan mengharap Rahmat-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
Judul kultum : SETIAP AMALAN IBADAH HARUS DISERTAI DENGAN ILMU.
Hadirin jamaah shalat taraweh yang selalu dirahmati Allah SWT.
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan ke hadirat ilahi Robbi Allah
SWT, bahwa pada malam pertama taraweh ini, kita dapat melaksanakan
shalat dengan berjamaah dalam rangka qiyamul-lail untuk menunaikan
ibadah puasa ramadhan di hari pertama yaitu besok pagi, dimulai waktu
fajar hingga maghrib atau tenggelamnya matahari. Mudah-mudahan Allah
senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan untuk kita sama-sama
melaksanakannya hingga selesai satu bulan penuh. Aamiin...
Shalawat serta salam kita haturkan ke haribaan junjungan nabi besar
Muhammad s.a.w, kepada keluarganya, para sahabat, tabi'in,
tabiut-tabi'in dan insya Allah kepada kita semua, yang hingga saat ini
bahkan detik ini masih istiqamah mengamalkan risalah yang Beliau
ajarkan, mudah-mudahan akan mendapat syafa'at di yaumil akhir kelak.
Aamiin ya robbal 'aalamin.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah, sesuatu yang kita mesti ketahui
sebelum kita beramal, adalah dengan mempelajari ilmu yang nanti akan
kita amalkan. Hal ini sebagaimana kata Umar bin Abdul Azis, beliau
pernah mengatakan ;
"Man abadallaaha bighoiri 'ilmin kana maayufsidu aktsar mimmaa yuslih" Artinya : Barangsiapa
yang beribadah kepada Allah SWT tanpa ilmu, maka kerusakan yang dia
perbuat lebih banyak daripada maslahat atau kebaikan yang akan ia
peroleh.
Pada kesempatan malam ini, berkait dengan datangnya bulan ramadhan yang
penuh berkah, semoga kita dapat memetik kemanfaatanya, kebaikan yang
penuh pahala dapat kita raih, maka kami akan jejaslan beberapa hal yang
disunnahkan atau diajurkan ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa.
Pertama, kata para ulama, yang dianjurkan dalam bulan puasa adalah makan sahur. Dan makan sahur disini, waktunya yang lebih utama adalah kita akhirkan. Tidak di tengah malam, juga bukan jam dua malam, tetapi lebih dekat ke waktu shalat subuh. Itulah waktu yang terbaik.
Pertama, kata para ulama, yang dianjurkan dalam bulan puasa adalah makan sahur. Dan makan sahur disini, waktunya yang lebih utama adalah kita akhirkan. Tidak di tengah malam, juga bukan jam dua malam, tetapi lebih dekat ke waktu shalat subuh. Itulah waktu yang terbaik.
Berkait dengan makan sahur, Nabi s.aw. pernah memerintahkan sebagaimana sabda beliau :
"Makan sahurlah karena di dalam (makan) sahur itu, ada keberkahan" (Muttafaq 'Alaihi)
Maka makan sahur yang diakhirkan itu lebih baik, sebagaima ada hadits
dari Anas yang pernah diceritakan dan cerita ini datang dari Zaid bin
Stabit yang pernah makan sahur bersama Nabi s.a.w.
Ketika itu Anas bertanya kepada kepada Zaid, berapa lama waktu Nabi
Muhammad s.a.w. makan sahur dengan waktunya shalat, atau dengan adzan
waktu shalat subuh?. Zaid itu menjawab waktu Nabi s.a.w. makan sahur,
yaitu antara lima puluh sampai enam puluh bacaan ayat al-qur'an yang
dibaca.
Dari keterangan Zaid itu, para ulama menyimpulkan bahwa makan sahur Nabi
s.a.w. itu, sangat dekat dengan ditegakkanya shalat subuh. Maka anjuran
makan sahur yang terbaik agar diakhirkan, yaitu tidak dilaksanakan pada
tengah malam, dan tidak juga sekitar jam dua malam, tetapi lebih baik
adalah waktunya dekat dengan shalat subuh, karena hal tersebut akan
menguatkan fisik kita, selain juga karena makan sahur yang diakhirkan
itu, adalah waktu yang penuh keberkahan.
Kedua : selain itu, yang disunnahkan dalam puasa adalah mensegerakan berbuka.
Dan ketika kita berbuka, diperintahkan oleh Nabi s.a.w. , agar
disegerakan. Artinya ketika waktu berbuka itu tiba, pada waktu
tenggelamnya matahari, maka kita diperintahkan untuk segera berbuka dan
tidak menunda, atau menunggu adzan maghrib sampai selesai, apalagi
hingga waktu Isa.
Karena hal yang demikian itu adalah tanda kebaikan seorang muslim. Sebagaimana sabda Nabi s.a.w
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ "Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka" . Dan ketika berbuka, kita dianjurkan untuk makan tammer atau ruttap, yang pertama kita makan adalah tammr, yaitu kurma basah atu ruttap
kurma kering tetapi jika kita dapat menemunkan keduanya. Karena kita di
Indonesia agak susah walapun banyak yang menjualnya tetapi ini tentunya
bagi orang-orang yang dapat membelanjakannya atau orang yang dekat
dengan pasar Tanah Abang misalnya, karena di sana banyak dijual
berbagai jenis kurma. Namun apabila kita tidak dapat mendapatkan Tammer
dan Ruttap, maka diperbolehkan dengan seteguk air putih atau segelas air
hangat manis.
Yang dianjurkan masih dalam kaitan berbuka. Ketika kita berbuka, jangan
lupa berdoa kepada Allah SWT. Karena dalam sabda Nabi s.a.w ; "Terkabulnya doa adalah ketika orang itu saat berbuka puasa". Dan bacaan yang Nabi s.a.w. anjurkan kita membaca doa sebagai berikut :
Dzabazh zhoma wabtsallati 'uruuqu watsabatal ajru insya Allah.
Artinya : Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insya allah. Ini adalah doa yang selalu dibaca oleh Nabi s.a.w. ketika berbuka puasa. Adapun doa yang umumnya sering kita baca adalah :
Artinya : "Ya Allah karena-Mu aku
berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rizeki dari-Mu aku berbuka.
Dengan Rahmat-Mu ya Allah Tuhan Maha Pengasih".
Dari kedua doa di atas boleh salah satu yang diamalkan, mana yang lebih
mudah dipahami. Dan apabila harus milih mana yang lebih baik? maka
keduanya adalah baik.
Masih dalam kaitan berbuka, yang dianjurkan lagi oleh Nabi s.a.w. adalah
kita diperintahkan memberi kebaikan kepada orang lain dengan
bersedekah, memberikan makan kepada orang yang berbuka pusa. Sebab orang
yang memberi makan orang yang berbuka puasa kepada orang lain, akan
mendapatkan pahala seperti orang yang puasa tersebut. Nabi s.a.w.
bersabda.
"Man fathara shaaimaan kana lahu mislu ajrihi ghaira annahu laa yanqushu min ajris shaaimi syai'an"
Artinya : "Siapa yang memberi makan orang
(yang berbuka) berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa
tersebut, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu".
Ketiga yang dianjurkan lagi ketika
kita berpuasa, banyak melakukan kebaikan, diantara yang dikatakan oleh
Ibnu Qayim, kita perbanyak bersedekah, memperbanyak amalan baik, kita
memperbayak membaca al-qur'an, dan mentadaburi al-qur'an, kita
memperbanyak dzikir, dan ibadah-ibadah sunnah yang lainnya. Karena
Rasulullah s.a.w. beliau begitu semangat sekali, hingga beliau
berulang-ulang mengkhatamkan al-qur'an di dalam bulan ramadhan. Maka
ketika kita diberi kesempatan, diberi kekuatan, diberi kesehatan oleh
Allah SWT, manfaatkan bulan ramadhan ini dengan memperbanyak amalan
kebaikan.
Keempat atau yang terakhir, ketika
kita sedang berpuasa kita diperintahkan untuk tidak berbicara yang tidak
ada manfaatnya atau kata-kata kotor dan berusaha dengan sunguh-sungguh
meninggalkan maksiat. Kata-kata kotor misalnya Nabi s.a.w sudah
berwanti-wanti dengan sabdanya :
"Man lam yada' qaulaj juuri wal'amala bihi falaisa lillahi haajatan fii an yada'a dho'aa mahu wassaraa bahu".
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata kotor/dusta dan bahkan
mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang
dia tahan". (HR. Bukhari no. 1903). Maka ketika kita sedang berpuasa jauhilah kata-kata yang kotor, kata-kata yang sia-sia. Karena dalam bulan ramadhan
seharusnya kita meningkatkan amal-amal yang baik yang dapat
meningkatkan iman kita untuk selalu bertambah dan bertambah kesempurnaan
iman kita. Aamiin.
Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan menjadikan kita bertambah imannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wa barakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar