بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
517 Islam Kaafah (katagori posting kultum Ramadhan). Pembaca budiman, jumpa kembali. dengan Rasiyambumen /Pelangi Khazanah Islam dengan materi : Tiba-Tiba Rasulullah saw. Berubah.
فَاسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Maka
istiqomahlah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu
dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu
melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (QS Hud : 112)
Tiba-tiba saja rambut Rasulullah saw. cepat berubah, sehingga seorang sahabat bertanya kepada beliau saw. "Mengapa Engkau cepat beruban Ya Rasulullah?". "Aku cepat berubah lantaran turun surat Hud dan saudara-saudaranya" Jawab Nabi saw.
Surat
Hud dalam Al Qur'an, diantaranya berisi perintah kepada Rasulullah saw.
agar istiqomah tetap di jalan yang lurus. Dan lantaran memikirkan
konsekuensi dan ayat inilah yang membuat rambut beliau cepat memutih.
Istiqomah
juga bermakna konsisten dengan semua niali-nilai yang diturunkan Allah
SWT. dan disunnahkan Nabi saw. Disamping ikhtiar sebagai manusia, maka
dalam setiap shalat kita senantiasa berdoa.
"Ihdinas shiraathal mustaqim" Tunjukilah kami ke jalan yan g lurus.
Paling tidak ini dibaca 17 kali sehari semalam. Hal ini menunjukkan
betapa pentingnya agar kita tidak terjerumus, menyimpang ke jalan yang
benkok.
Perintah istiqomah dalam surat Hud ini, diikuti pula agar mengajak serta orang-orang yang bertaubat namun jangan melampaui batas. Yaitu istiqomah dalam beramal saleh dan bedrdoa kepada Allah SWT. namun harus tetap menyeimbangkan segala hak, seperti hak Allah atas kita, hak diri kita atas kita, hak keluarga atau hak orang lain atas kita.
Maksudnya
adalah meskipun istiqomah, jangan sampai kita menutup diri, kemudian
tidak berinteraksi lagi dengan manusia yang lain. Untuk tetap menjaga
istiqomah, Allah SWT dalam ayat berikutnya Hud 113 memerintahkan agar
kita tidak cenderung kepada orang-orang zhalim.
وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى الَّذِينَ
ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِنْ
أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
"Dan
janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan
kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang
penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi
pertolongan". (QS Hud : 113)
Sekali
condong kepada kezhaliman maka Allah SWT akan mencabut perlindungan-Nya
dan pertolongan-Nya. Selanjutnya tentu kerugian besar yang akan
diperoleh, baik di dunia maupun di akhirat.
Menjadi
manusia yang istiqomah di tengah kehidupan yang penuh getah ini
tidaklah mudah. Perlu energi tersendiri untuk bertahan di tengah-tengah
banyaknya godaan harta, tahta, dan lawan jenis. Mungkin kita harus
berulang kali meng adjust membetulkan langkah-langkah kita manakala
sudah mulai dirasakan ada yang menyimpang.
Bagi
orang-orang yang beriman dan senantiasa istiqomah dalam kehidupannya,
maka di akhir hayatnya kala sakratul maut tiba, maka Allah SWT akan
mengutus malaikat yang akan menghibur dan berkata "Wahai hamba Allah
yang shaleh/sholehah janganlah engkau takut dan janganlah bersedih. Dan
Allah telah menjanjikan surga untuk-mu" (QS Fushilat : 30)
Di
sinilah tersimpan sebuah rahasia, mengapa kadang kita saksikan seorang
hamba Allah bisa tersenyum saat wafat, melepas ruh dari jasadnya dengan
tulus ikhlas. Kerap rasa takut masuk di hati, adakah kita dapat meraih
husnul khatimah, akhir yang baik dan bersyahadah, Asyhadu anLaailaaha
illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah " Ya Allah kasihi kami
dalam sakratul maut tiba. aamiin.
Siapa senag bunga dahlia
Tentu memilih si warna merah
Siapa tahan godaan dunia
Tentu bahagia di surga Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar