Minggu, 01 Maret 2026

SEORANG LELAKI PENDUDUK SURGA (Kultum Ramadhan) ke-13

 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan).
Pembaca budiman jumpa lagi dengan Rasiyambumen/Pelangi Kzasanah Islam.  Kali ini materi kultum ramadhan berjudul : Seorang Lelaki Penduduk Surga.  Mari kita baca uraiannya di bawah ini :

ادْخُلُوا۟ الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ ﴿الأعراف:)٤٩
"Masuklah ke dalam surga, tidak ada ketakutan bagi kalian dan juga tidak ada kamu bersedihan hati" (QS Al-A'raaf  : 49) 

Saat tengah berlangsung ta'lim Rasululla saw. selepas shalat Ashar di Masjid Madinah. Tiba-tiba Nabi saw. berkata : "akan datang seorang lelaki penduduk surga".

Semua mata sahabat melihat ke arah pintu masjid. Maka masuklah seorang laki-laki, nampaknya ia baru selesai berwudu, dia usap air yang membasahi jenggotnya kemudian dipercikan kebelakang. Lalu laki-laki itu shalat sunnah dua raka'at kemudian ikut bergabung mendengarkan ta'lim tersebut.


Esok harinya pada jam yang sama ta'lim berjalan kembali. Tiba-tiba Nabi saw. berkata pula "akan datang seorang laki-laki dari penduduk surga". 

Semua orangpun menoleh, ternyata dia adalah laki-laki yang di sebut Rasulullah swa,   kemarin. 

Adalah putra Umar bin Khattab yang bernama Abdullah, merasa penasaran mendengar ungkapan Nabi saw. tersebut dua hari berturut-turut. Apa rahasia ibadah orang ini? hingga diberi predikat sebagai "lelaki penduduk surga"

Selesai shalat Isya, Abdullahpun mengikuti laki-laki tersebut dari belakang. Merasa ada orang yang mengikuti di belakangnya, laki-laki itupun menoleh. "Ada apa ya Abdullah? sapa laki-laki itu"
"Bolehkan saya menginap tiga malam ini di rumahmu? saya sedang ada masalah dirumahku. ujar Abdullah.

Boleh "silakan" ujar laki-laki itu.

Setiap tengah malam menjelang subuh Abdullah bin Umar bangun, mencoba mengintip ibadah laki-laki ini, mungkin dia punya kelebihan ibadah dan rajin shalat malam.

Tetapi yang dia lihat hanyalah sebagaimana kebiasaan sahabat secara umum, beribadah menjelang subuh saja, selama tiga malam berturut-turut seperti itu.

Merasa sudah cukup, Abdullah pamit dan berterima kasih kepada tuan rumah. Namun sebelum pergi Abdullah menyempatkan diri bertanya. 

"Aku mendengar Rasulullah saw. berkata bahwa engkau adalah laki-laki dari penduduk surga. Tapi setelah saya perhatikan ternyata ibadah engkau biasa-biasa saja. Apakah ada sesuatu yang Engkau sembunyikan? Tanya Abdullah. 

"Iya seperti yang engkau lihat"  : ujar lelaki itu.

Baiklah kalau begitu saya pamit dan terima kasih atas tumpangan nginapnya, kata Abbdullah sambil berlalu.

Setelah agak jauh tiba-tiba laki-laki itu memanggilnya, Ya, Abdullah kesini"  
Abdullah segera menghampiri dan bertanya "ada apa"? 

Kalaupun ada satu rahasia yang saya lakukan adalah : Setiap malam sebelum tidur saya menghilangkan  semua rasa iri, dengki, terhadap saudara-saudara saya dan saya mema'afkan mereka "ujar laki-laki itu"

"Baiklah terima kasih"  ucap Abdullah kemudian pergi.

Ternyata dengan membersihkan penyakit hati, berupa iri hati, dengki, dan menjadi pema'af sepanjang hidupnya menyebabkan laki-laki itu disebut Nabi saw. sebagai penduduk surga.

Pema'af dan tidak hasad, iri hati adalah sikap seorang bertaqwa. Dan bulan Ramadhan ini adalah satu sarana untuk menempa penyakit hati tersebut. Insya Allah kita akan mendapat Ridha Allah SWt. aamiin.

Kalau ingin untaian melati
boleh petik di dekat telaga
Kalau rajin bersihkan hati
Boleh jadi penghuni surga.

TIBA-TIBA RASULULLAH SAW. BERUBAH (Kultum Ramadhan) 14

                                      

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
517 Islam Kaafah (katagori posting kultum Ramadhan). Pembaca budiman, jumpa kembali. dengan Rasiyambumen /Pelangi Khazanah Islam dengan materiTiba-Tiba Rasulullah saw. Berubah.
فَاسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ 
"Maka istiqomahlah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (QS Hud : 112)  

Tiba-tiba saja rambut Rasulullah saw. cepat berubah, sehingga seorang sahabat bertanya kepada beliau saw. "Mengapa Engkau cepat beruban Ya Rasulullah?".  "Aku cepat berubah lantaran turun surat Hud dan saudara-saudaranya" Jawab Nabi saw. 
Surat Hud dalam Al Qur'an, diantaranya berisi perintah kepada Rasulullah saw. agar istiqomah tetap di jalan yang lurus. Dan lantaran memikirkan konsekuensi dan ayat inilah yang membuat rambut beliau cepat memutih.

Istiqomah juga bermakna konsisten dengan semua niali-nilai yang diturunkan Allah SWT. dan disunnahkan Nabi saw.  Disamping ikhtiar sebagai manusia, maka dalam setiap shalat kita senantiasa berdoa.

"Ihdinas shiraathal mustaqim" Tunjukilah kami ke jalan yan g lurus. Paling tidak ini dibaca 17 kali sehari semalam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya agar kita tidak terjerumus, menyimpang ke jalan yang benkok. 

Perintah istiqomah dalam surat Hud ini, diikuti pula agar mengajak serta orang-orang yang bertaubat namun jangan melampaui batas. Yaitu istiqomah dalam beramal saleh dan bedrdoa kepada Allah SWT. namun  harus tetap menyeimbangkan segala hak, seperti hak Allah atas kita, hak diri kita atas kita, hak keluarga atau hak orang lain atas kita.

Maksudnya adalah meskipun istiqomah, jangan sampai kita menutup diri, kemudian tidak berinteraksi lagi dengan manusia yang lain. Untuk tetap menjaga istiqomah, Allah SWT dalam ayat berikutnya Hud 113 memerintahkan agar kita tidak cenderung kepada orang-orang zhalim.
 وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan". (QS Hud : 113) 

Sekali condong kepada kezhaliman maka Allah SWT akan mencabut perlindungan-Nya dan pertolongan-Nya. Selanjutnya tentu kerugian besar yang akan diperoleh, baik di dunia maupun di akhirat.

Menjadi manusia yang istiqomah di tengah kehidupan yang penuh getah ini tidaklah mudah. Perlu energi tersendiri untuk bertahan di tengah-tengah banyaknya godaan harta, tahta, dan lawan jenis. Mungkin kita harus berulang kali meng adjust membetulkan   langkah-langkah kita manakala sudah mulai dirasakan ada yang menyimpang.

Bagi orang-orang yang beriman dan senantiasa istiqomah dalam kehidupannya, maka di akhir hayatnya kala sakratul maut tiba, maka Allah SWT akan mengutus malaikat yang akan menghibur dan berkata "Wahai hamba Allah yang shaleh/sholehah janganlah engkau takut dan janganlah bersedih. Dan Allah telah menjanjikan surga untuk-mu"  (QS Fushilat : 30)  

Di sinilah tersimpan  sebuah rahasia, mengapa kadang kita saksikan seorang hamba Allah bisa tersenyum saat wafat, melepas ruh dari jasadnya dengan tulus ikhlas. Kerap rasa takut masuk di hati, adakah kita dapat meraih husnul khatimah, akhir yang baik dan bersyahadah, Asyhadu anLaailaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah " Ya Allah kasihi kami dalam sakratul maut tiba. aamiin. 

Siapa senag bunga dahlia
Tentu memilih si warna merah
Siapa tahan godaan dunia
Tentu bahagia di surga Allah. 

KEJUJURAN HATI (Kultum Ramadhan) ke-15

 

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Salam jumpa kembali pembaca budiman, semoga dirahmati Allah SWT. aamiin ....
Rasiyambumen / Pelangi Khazanah Islam masih menyajikan Kultum Ramadhan dengan judul Kejujuran Hati. 

Firman Allah di bawah ini menceritakan tentang orang yang beruntung :

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
"Maka barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung". (QS Ali Imran : 185)

Usai perang Khandaq, Rasulullah saw. memerintahkan kepada pasukan kaum muslimin untuk mengepung benteng Yahudi di Khaibar.

Hal ini untuk membuat penghitungan akibat ketua mereka, Hujay bin Akhtab menghasut kabilah-kabilah agar mengepung Madinah di perang Khandaq.
Saat pengepungan salah satu benteng di Khaibar, tiba-tiba datanglah seorang penggembala Yahudi bernama Aswad sedang menggiring ribuan kambing.  Khawatir mata-mata maka Aswad pun ditangkap lalu dihadapkan kepada Rasulullah saw. dan Nabi saw. menasehati Aswad dan akhirnya dia taslim dan mengucapkan kalimat syahadat.

"Tapi saya harus kembalikan kambing-kambing ini kepada pemiliknya ya, Rasulullah "ujar Aswad"  "silahkan hak orang harus dikembalikan"  jawab Nabi saw.

Lalu Aswad mulai memasukkan kambing-kambing itu ke benteng Yahudi, dan pasukan kaum muslimin dilarang menyerang hingga Aswad selesai.

Selanjutnya Aswad ikut bergabung dengan pasukan kaum muslimin. Siang itu akhirnya kaum muslimin berhasil merebut satu dari tiga benteng Yahudi tersebut. Lalu harta rampasan pun dibagi-bagikan termasuk bagian untuk Aswad. Akan tetapi Aswad menampiknya, dia tidak mau menerimanya.

"Aku tidak menginginkan ini ya, Rasulullah saya ingin sahid dan tertusuk disini dan di sini. "ujar Aswad" sambil menunjuk dada dan lehernya.

Setengah berbisik sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah keinginan Aswad itu sungguh-sungguh atau bukan. ya Rasulullah ?

"Kalau kata-kata itu keluar dari hati nuraninya, maka Allah akan membuktikannya". kata Nabi saw.

Menjelang Ashar perangpun kembali berkecamuk, dan kaum muslimin berhasil merebut benteng kedua namun Aswad gugur dia syahid.

Sahabat melaporkan hal ini kepada Rasulullah saw. "Aswad syahid ya Rasulullah, dia tertusuk di sini dan disini ujar sahabat itu sambil menunjuk leher dan dada.

"Faqad Shadaq (sesungguhnya dia jujur)" kata Nabi saw. "Dia yang bicara tadi ya Rasulullah, tanya sahabat "Benar dia itu" jawab Nabi saw. dan Aswad akan menjadi ahli surga.

Dalam keterangan lain dikisahkan bahwa sejak mengucapkan kalimah syahadat hingga mencapai syahidnya ternyata Aswad belum sempat menunaikan shalat, namun takdir berlaku baginya mendapatkan surga Allah SWT.

"Barang siapa diciptakan sebagai ahli surga, maka dimudahkan baginya amal-amal ahli surganya". (al-Hadits)

Kalau kita tinjau dari segi umur keimanan, tentu Aswad masih sangat belia, masih mualaf, bahkan melakukan 1 kali sholatpun belum pernah. Namun karena kejuruan hatinya dia disebut Nabi saw. sebagai orang sidiq dan berhak mendapat surga Allah SWT.

"Subhaanallah, bagaimana dengan kita, yang umur keimanannya jauh lebih tua?" Tanyakan kepada diri kita masing-masing.

Suara tekukur sedih bunyinya
Tentu rindukan bebas terbang
Siapa tak jujur pada hatinya
Tentu selalu merasa bimbang.

Sabtu, 28 Februari 2026

Kultum Ramadhan IBADAH DAN CINTA (Kultum Ramadhan) ke-16

 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan).  Pembaca budiman jumpa lagi, semoga sukses dan diridhai Allah SWT.
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam kembali memposting Kultum Ramadhan dengan  judul : Ibadah Dan Cinta.   

"Cinta dapat menghilangkan segala rasa sakit" (Al-Bushiri).

Wajah Tsaubaa' terlihat pucat, sehingga seorang sahabat betanya kepadanya "Ya Tsaubaa' mengapa engkau terlihat pucat?, Apakah engkau kurang sehat? ujar sahabat.  
"Alhamdulillah sehat, akan tetapi aku sudah tiga hari tidak berjuma dengan Rasulullah saw. jawab Tsaubaa'.
Kerinduan pada seseorang yang kita cintai terkadang mempengaruhi jiwa dan alam  pikiran. Bahkan dapat terkenang setiap waktu. 

Dan ini terlukis di wajah Tsaubaa' yang rindu berjumpa Nabi saw. rindu mendengarkan tausiyahnya, arahan beliau, rindu mendengarkan berita wahyu yang baru turun, Bahkan sekadar ingin memastikan keberadaan Rasulullah saw. apakah baik-baik dan sehat saja.

Kisah lain yaitu tentang sahabat yang bernama Ka'ab, yang setiap sebelum subuh mencari air lalu memberikannya kepada Rasulullah saw. untuk berwudhu. Demikianlah yang dilakukan Ka'ab setiap hari menjelang subuh, sehingga Rasulullah saw. berkata "Ya Ka'ab mintalah apa yang engkau inginkan. Nanti aku memohonkan kepada Allah, dan insya Allah akan dikabulkan "ujar Nabi saw."
"Saya tidak minta apa-apa ya Rasulullah, saya hanya ingin bersama Engkau di surga Allah SWT."

"Kalau engkau ingin bersamaku di surga kelak, maka bantulah dengan memperbanyak sujud" kata Nabi saw.

"Katakanlah ya (Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi saw.) maka kalian akan dicintai Allah dan diampuni segala dosa kalian". (QS Ali Imran : 31).

Cara mencintai Allah SWT adalah dengan menghidupkan sunnah Nabi saw. bukan dengan mengada-adakan yang tidak ada tuntunannya di dalam Al Quran maupun sunnah Nabi saw.

Ibadah adalah puncak rasa kecintaan. Dia berawal dari pengenalan kita terhadap ayat-ayat Allah baik ayat qawliyyah (Al quran dan Sunnah) maupun ayat-ayat Kawniyyah (alam dan seluruh makhluk).

Dari pendalaman memahami ini akan mulai muncul rasa simpati kepada kebesaran Allah SWT., kepada nikmat Allah, kekuasaan Allah, kebaikan Allah dan sebagainya.

Barulah kemudian mewujud dalam bentuk ketaatan yang sejati, kesetiaan yang tidak mudah goyah, yang berujung dalam bentuk penghambaan dan penyerahan total diri kita kepada Allah SWT. 

Inilah hakekat ibadah yang sebenarnya yaitu pengabdian kepada Yang Maha Pencipta, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Upaya penghabaan ini tentu akan berubah manis, yaitu memperoleh cinta dari Allah SWT, dan diampuni segala dosanya dan dimasukkan ke dalam surgaNya.

Semoga ibadah Ramadhan ini, kian menuntun kita semakin dekat kepada rasa cinta  yang mendalam kepada Allah SWT.  


Kalau mengerti jenisnya lebah
Maka hindari si pohon kapuk
Kalau mengerti makna ibadah
Tentu, menjadi lebih khusuk.    

4 PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR (Kultum Ramadhan) ke-17

                            

517 Islam Kaafah (Katagori Posting Kultum Ramadhan).
Pembaca yang setia, saya awali dengan do'a semoga, kita semua selalu dalam lindungan dan  RahmatNya serta ridha Allah SWT.  aamiin...
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, kali ini akan mengupas materi kultum ramadhan :     
4 Pertanyaan di Padang Mahsyar.

Firman Allah SWT :
وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتٰبُ وَجِا۟ىٓءَ بِالنَّبِيِّۦنَ وَالشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ 
"Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan".  (QS Az-Zumar : 69)

Di Padang Mahsyar, seluruh manusia akan dikumpulkan kembali. Padang yang terhampar luas dan rata, serta terang benderang disinari cahaya Allah SWT.

Manusia akan berjejer, berbaris-baris menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT. , menanti perhitungan diri masing-masing. Akan ditimbang seluruh kebaikan dan keburukan manusia, apa yang pernah dikerjakan dan apa yang pernah ditinggalkan.

Sebesar debu kebaikan ia akan melihatnya, dan sebesar debu kejahatannya ia akan melihatnya pula. Tidak ada yang luput dari catatan aparat malaikat yang bertugas mencatatnya sewaktu di dunia.

Tentu banyak pertanyaan yang akan dihadapi, apalagi terkait urusan dengan manusia yang belum terselesaikan saat di dunia. Disinilah pengadilan yang hakiki. Namun ada sabda Rasulullah saw. sbb :

"Tidak boleh melangkah kaki seseorang di hari kiamat (mahsyar) sehingga ditanya tentang empat perkara." :
- Tentang umurnya, untuk apa dia habiskan
- Tentang jasadnya untuk apa dia pergunakan. 
- Tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan. 
- Tentang ilmunya, apa amal/ilmu yang sampaikannya.
(Al-Hadits)

Ini adalah pertanyaan yang berat dan tidak mudah dijawab. Ketika seseorang dikarunia Allah SWT. berumur panjang, untuk apa di habiskan, apakah untuk beribadah kepada Allah SWT. , atau jstru untuk maksiat.  Umur dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari, bahkan dari menit ke menit, akan dimintai pertangjawannya di padang mahsyar.

Ketika diberi tubuh yang sehat, paras yang cantik atau ganteng, untuk apa kita gunakan. Apakah untuk ketaatan kepada Allah, atau melalaikan perintah-perintahNya.

Ketika kita diberi harta, dari mana diperoleh. Halal atau haramkah harta itu. Lalu dibelanjakan untuk apa? Apakah untuk mendekatkan diri kepadaNya, atau justru berfoya-foya ber-eforia liar, semakin jauh dari penghambaan diri kepada Allah SWT.

Tentang Ilmu dan kepintaran yang kita miliki, adakah pengamalannya sudahkah sesuai dengan tuntunan syari'at. Bagaimana akibatnya jika yang bersangkutan malah menuntut imu hitam misalnya serta melakukan kedurhakaan dan kejahatan.

Amat pelik persoalan yang akan mililitnya esok di yaumul hisab, (hari perhitungan). Seorang ayah akan ditanya tanggung jawabnya terhadap istri dan anak-anaknya, sudahkah ia mendidik dan membimbing anak istrinya ke jalan Allah, ataukah ia abaikan terhadap amanah tersebut.
Juga seorang ibu akan ditanya tentang rumah suaminya, tanggung jawab terhadap anak-anaknya karena  ibu adalah yang paling dekat dalam kesehariannya dengan anak-anaknya.

Dan yang pasti seorang ayah sebagai pemimpin (imam) dalam rumah tangga, maka akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya. Sehingga para pemimpin akan dihisab belakangan setelah orang-orang awam (orang biasa) selesai dihisabnya. 

Lalu berapa lamakah manusia akan berada di Padang Mahsyar. Satu keterangan Hadits, mengatakan lamanya ribuan tahun.

"Siapa yang dirincikan  hisabnya, maka ia akan celaka"  (ujar Nabi saw.)

"Allahumma yassir hisabanaa Wa Yammin kitaabana, Ya Allah, mudahkanlah hisab kami. Dan berilah kitab kami dari sebelah kanan."   

Kalau tupai mebidik cempedak
Arahnya jelas tak kan tersasar
Kalalulah lalai mendidik si anak
Kan jadi musuh di Padang Mahsyar.     

Home › Kultum Ramadhan KELUARGA YANG BERKUMPUL DI SURGA (Kultum Ramadhan) ke-18

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِي

517 Islam Kaafah  (katagori kultum Ramadhan).
Jumpa kembali pembaca budiman, semoga Allah memberikan kesuksesan dalam hidup ini dan selalu mendapat lindunganNya. aamiin ...
Rasiyambumen / Pelangi Khazanah Islam mengupas kembali kultum ramadhan dengan materi Kelurga Yang Berkumpul Di Surga. 

Firman Allah SWT :
 وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ 
"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan (kumpulkan) anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (Qs ath-Thuur : 21)

Pada suatu kesempatan, Nabi saw. menasehati putri kesayangan beliau yang bernama Fathimah. "Wahai Fathimah binti Muhammad, beramallah untuk bekal (akhiratmu). Karena Aku (Nabi saw) tidak akan bisa menolong engkau sedikitpun di akhirat nanti." Tegas Rasulullah saw..

"Subhaanallah" begitulah nasehat Nabi saw. untuk Fathimah. Dan memang orang tua tidak dapat memberikan garansi kepada anak-anaknya, kecuali sang anak mau berupaya menggapai surga itu.

Perhatikanlah apa yang terjadi pada kehidupan Nabi Nuh a.s. Beliau berpisah dengan sang anak, lantaran si anak tidak mau mengikutinya beriman. Bahkan ketika air banjir bandang datang, ketika Nuh a.s melihat anaknya timbul tenggelam, dipermainkan gelombang air bah, sebagai ayah Nuh a.s. tidak tega melihatnya dan berdoa kepada Allah untuk anaknya :
"Ya Rabbi, itu anakku adalah keluargaku. Sungguh janji Engkau benar, dan hanya Engkau Hakim yang maha adil." pinta Nuh.a.s 
"Allah swt. menjawab" Wahai Nuh, sesungghnya dia bukanlah tergolong keluargamu, karena dia tidak beramal sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya."

Ternyata sekalipun itu adalah anak kandung Nabi Nuh a.s. , namun jika dia tidak beriman, maka Allah swt. mengatakan bahwa itu adalah bukanlah termasuk anggota keluarganya.

Di samping usaha keras untuk mendidik dan mengarahkan tanggung jawab kita, anak-anak beersama istri, agar kelak dapat berkumpul di surganya Allah, maka janganlah lupa berdoa untuk meraih kebahagiaan tersebut.

Karena sesungguhnya kebahagiaan hakiki adalah tatkala kita dapat berkumpul dengan keluarga dalam keadaan beriman dan bertaqwa saat di dunia, kemudian berhasil pula berkumpul kembali di surga Allah swt. kelak. Semoga kita bersama dapat meraihnya. aamiin.

Namun ingatlah akan hadits Nabi saw. "Nanti dihari Kiamat, seseorang suami diseret ke tengah-tengah Padang Mahsyar dan bergelayutan istri dan anak-anaknya di lengan kanan dan lengan kirinya.

Ketika dihisab ternyata sang suami bisa masuk surga, lantaran amalnya cukup. Sementara sang istri dan an ak-anaknya dinyatakan masuk neraka, lantaran kurang amal sholehnya ketika di dunia.

Lalu sang istri berkata : Ya Allah demi keadilan Engkau saya dinafkahi dan biberikan harta tapi saya tidak dididik Islam yang saya tidak mengerti.  Ambil hak kami dari laki-laki ini. Ujar istri sambil menunjuk-nunjuk suaminya.

Lalu anak-anaknya protes "Ya Allah demi keadilan Engkau saya dinafkahi dan diberi harta tapi saya tidak dididik Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari ayah kami ini" ujar anak-anaknya.

Akhirnya semua keluarga di masukkan ke dalam neraka  "Nau'dzubillahi min dzalik"

Demikian kisah Keluarga Yang Berkumpul Di Surga, walapun pada ending cerita ini adalah satu keluara masuk neraka, itu hanyalah menggambarkan suatu keluarga dimana didalam keluarga tersebut selama hidupnya di dunia tidak mengamalkan amalan-amalan sholeh sesuai tuntunan Islam.

HAKEKAT KEHIDUPAN (Kultum Ramadhan) ke-19


517 Islam Kaafah Kajian Khazanah Islam  (kategori posting Kultum)
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu' alaikum wr.wb.  Kajian Islam, (katagori posting Khultum Rahadhan). 
Jumpa kembali pembaca budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. dan sukses dalam segala urusan. Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, masih menyajikan uraian kultum dengan  judul : Hakekat Kehidupan.

Firman Allah SWT. :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS Adz- Dzariat : 56)   

Rasulullah saw. terjaga dari tidurnya ketika diberitahu ada Abdurrahman bin 'Auf datang bertamu. Rupanya beliau Rasulullah saw.  sempat terlelap sejenak, saat istirahat menjelang ashar itu. 

Di pipi Rasulullah saw. masih jelas terlihat gurat-gurat kasarnya tikar anyaman pelepah kurma tempat merebahkan diri di tengah panasnya gurun. Melihat wajah Rasulullah swa. seperti itu, Abdurrahman bin 'Auf menawarkan kepada Nabi saw.  "Apakah aku bawakan hambal (permadani tebal) untukmu ya Rasulullah? "ujar Abdurrahman.

"Tidak usah ya Abdurrahman. Bagiku di dunia ini hanyalah bagaikan seorang musyafir yang tengah istirahat sejenak di bawah kerindangan pohon, lalu ia akan melanjutkan perjalanannya kembali" Jawab Nabi saw.

Sepuluh malam terakhir ramadhan sambil menanti datangnya "Lailatul Qadr" adalah saat yang tepat untuk muhashabah diri (menghitung-hitung diri) instropeksi, menakar-nakar, atau istilah anak muda sekarang "ngaca diri dong".

Siapa diri kita sesungguhnya? dari mana asal kita, sedang apa kita di dunia, lalu akan kemana kita menuju, apakah kita ini pencipta atau justru hasil ciptaan alias makhluk/hamba. Apakah kita kaya atau fakir dihadapan Allah SWT. Kita tahu segala hal dan berilmu atau sebaliknya 'Jahil" , Apakah kita kuat atau sebenarnya hanyalah makhluk yang lemah.

Dulu wujud dari kita tidak ada apa-apanya sama sekali lalu menjadi ada. Dimulai dari ruh yang Allah swt. tiupkan ke dalam rahim ibunda. Sehingga janin dalam kandungan itu mulai bergerak dan disempurnakan proses kejadiannya. Lalu setelah kurang lebih 9 bulan 10 hari lahirlah kita ke dunia.

Dibesarkan oleh ibunda dengan penuh kasih sayang diberi nafkah oleh ayah, lalu menjadi dewasa, tua dan kemudian akan diwafatkan. Dan hal ini pasti akan terjadi atas setiap diri yang bernyawa.

Ternyata kita adalah makhluk ciptaan Allah swt. yang diciptakan semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNya, Melaksanakan kehendak-kehendakNya di muka bumi ini, yaitu tugas sebagai khalifah. 

Sudah selayaknya pula, bahwa perbuatan dan amal-amal kita, tidak menyimpang dari petunjuk dan bimbingan Al Quran dan sunnah, yang memang diturunkan Allah sebagai petunjuk kehidupan.

Akan ada evaluasi total di akhir nanti. akan ada "reward end punishment"  atas setiap perbuatan, besar kecil, baik buruk, halal haram, boleh atau tidak boleh. 

Dari keterangan Nabi saw. melalui haditsnya, ternyata puncak kebahagiaan itu nanti adalah, ketika masuk surga lalu berjumpa dengan Allah swt. dan bercakap-cakap denganNya. Disinilah terminal akhir kehidupan manusia.

"Maka barang siapa yang berharap akan berjumpa dengan Allah swt. hendaklah ia beramal sholeh dan tidak mempersekutukan Allah swt. saat beribadah dengan susatu apapun." (QS Al-Kahfi : 110) 

Ya Allah sungguh Enkau benar, firman-firman Engkau benar, janji Engkau benar, dan perjumpaan denganMu adalah benar. Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Semoga saja kita beserta istri, anak cucu kita, dan seluruh saudara kita muslimin/muslimat akan mendapatkan kasih sayang Allah sehingga dapat berkumpul di surgaNYa kelak. aamiin... 

SEORANG LELAKI PENDUDUK SURGA (Kultum Ramadhan) ke-13

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Pembaca budi...