Sabtu, 28 Februari 2026

Kultum Ramadhan IBADAH DAN CINTA (Kultum Ramadhan) ke-16

 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan).  Pembaca budiman jumpa lagi, semoga sukses dan diridhai Allah SWT.
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam kembali memposting Kultum Ramadhan dengan  judul : Ibadah Dan Cinta.   

"Cinta dapat menghilangkan segala rasa sakit" (Al-Bushiri).

Wajah Tsaubaa' terlihat pucat, sehingga seorang sahabat betanya kepadanya "Ya Tsaubaa' mengapa engkau terlihat pucat?, Apakah engkau kurang sehat? ujar sahabat.  
"Alhamdulillah sehat, akan tetapi aku sudah tiga hari tidak berjuma dengan Rasulullah saw. jawab Tsaubaa'.
Kerinduan pada seseorang yang kita cintai terkadang mempengaruhi jiwa dan alam  pikiran. Bahkan dapat terkenang setiap waktu. 

Dan ini terlukis di wajah Tsaubaa' yang rindu berjumpa Nabi saw. rindu mendengarkan tausiyahnya, arahan beliau, rindu mendengarkan berita wahyu yang baru turun, Bahkan sekadar ingin memastikan keberadaan Rasulullah saw. apakah baik-baik dan sehat saja.

Kisah lain yaitu tentang sahabat yang bernama Ka'ab, yang setiap sebelum subuh mencari air lalu memberikannya kepada Rasulullah saw. untuk berwudhu. Demikianlah yang dilakukan Ka'ab setiap hari menjelang subuh, sehingga Rasulullah saw. berkata "Ya Ka'ab mintalah apa yang engkau inginkan. Nanti aku memohonkan kepada Allah, dan insya Allah akan dikabulkan "ujar Nabi saw."
"Saya tidak minta apa-apa ya Rasulullah, saya hanya ingin bersama Engkau di surga Allah SWT."

"Kalau engkau ingin bersamaku di surga kelak, maka bantulah dengan memperbanyak sujud" kata Nabi saw.

"Katakanlah ya (Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi saw.) maka kalian akan dicintai Allah dan diampuni segala dosa kalian". (QS Ali Imran : 31).

Cara mencintai Allah SWT adalah dengan menghidupkan sunnah Nabi saw. bukan dengan mengada-adakan yang tidak ada tuntunannya di dalam Al Quran maupun sunnah Nabi saw.

Ibadah adalah puncak rasa kecintaan. Dia berawal dari pengenalan kita terhadap ayat-ayat Allah baik ayat qawliyyah (Al quran dan Sunnah) maupun ayat-ayat Kawniyyah (alam dan seluruh makhluk).

Dari pendalaman memahami ini akan mulai muncul rasa simpati kepada kebesaran Allah SWT., kepada nikmat Allah, kekuasaan Allah, kebaikan Allah dan sebagainya.

Barulah kemudian mewujud dalam bentuk ketaatan yang sejati, kesetiaan yang tidak mudah goyah, yang berujung dalam bentuk penghambaan dan penyerahan total diri kita kepada Allah SWT. 

Inilah hakekat ibadah yang sebenarnya yaitu pengabdian kepada Yang Maha Pencipta, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Upaya penghabaan ini tentu akan berubah manis, yaitu memperoleh cinta dari Allah SWT, dan diampuni segala dosanya dan dimasukkan ke dalam surgaNya.

Semoga ibadah Ramadhan ini, kian menuntun kita semakin dekat kepada rasa cinta  yang mendalam kepada Allah SWT.  


Kalau mengerti jenisnya lebah
Maka hindari si pohon kapuk
Kalau mengerti makna ibadah
Tentu, menjadi lebih khusuk.    

4 PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR (Kultum Ramadhan) ke-17

                            

517 Islam Kaafah (Katagori Posting Kultum Ramadhan).
Pembaca yang setia, saya awali dengan do'a semoga, kita semua selalu dalam lindungan dan  RahmatNya serta ridha Allah SWT.  aamiin...
Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, kali ini akan mengupas materi kultum ramadhan :     
4 Pertanyaan di Padang Mahsyar.

Firman Allah SWT :
وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتٰبُ وَجِا۟ىٓءَ بِالنَّبِيِّۦنَ وَالشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ 
"Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan".  (QS Az-Zumar : 69)

Di Padang Mahsyar, seluruh manusia akan dikumpulkan kembali. Padang yang terhampar luas dan rata, serta terang benderang disinari cahaya Allah SWT.

Manusia akan berjejer, berbaris-baris menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT. , menanti perhitungan diri masing-masing. Akan ditimbang seluruh kebaikan dan keburukan manusia, apa yang pernah dikerjakan dan apa yang pernah ditinggalkan.

Sebesar debu kebaikan ia akan melihatnya, dan sebesar debu kejahatannya ia akan melihatnya pula. Tidak ada yang luput dari catatan aparat malaikat yang bertugas mencatatnya sewaktu di dunia.

Tentu banyak pertanyaan yang akan dihadapi, apalagi terkait urusan dengan manusia yang belum terselesaikan saat di dunia. Disinilah pengadilan yang hakiki. Namun ada sabda Rasulullah saw. sbb :

"Tidak boleh melangkah kaki seseorang di hari kiamat (mahsyar) sehingga ditanya tentang empat perkara." :
- Tentang umurnya, untuk apa dia habiskan
- Tentang jasadnya untuk apa dia pergunakan. 
- Tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan. 
- Tentang ilmunya, apa amal/ilmu yang sampaikannya.
(Al-Hadits)

Ini adalah pertanyaan yang berat dan tidak mudah dijawab. Ketika seseorang dikarunia Allah SWT. berumur panjang, untuk apa di habiskan, apakah untuk beribadah kepada Allah SWT. , atau jstru untuk maksiat.  Umur dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari, bahkan dari menit ke menit, akan dimintai pertangjawannya di padang mahsyar.

Ketika diberi tubuh yang sehat, paras yang cantik atau ganteng, untuk apa kita gunakan. Apakah untuk ketaatan kepada Allah, atau melalaikan perintah-perintahNya.

Ketika kita diberi harta, dari mana diperoleh. Halal atau haramkah harta itu. Lalu dibelanjakan untuk apa? Apakah untuk mendekatkan diri kepadaNya, atau justru berfoya-foya ber-eforia liar, semakin jauh dari penghambaan diri kepada Allah SWT.

Tentang Ilmu dan kepintaran yang kita miliki, adakah pengamalannya sudahkah sesuai dengan tuntunan syari'at. Bagaimana akibatnya jika yang bersangkutan malah menuntut imu hitam misalnya serta melakukan kedurhakaan dan kejahatan.

Amat pelik persoalan yang akan mililitnya esok di yaumul hisab, (hari perhitungan). Seorang ayah akan ditanya tanggung jawabnya terhadap istri dan anak-anaknya, sudahkah ia mendidik dan membimbing anak istrinya ke jalan Allah, ataukah ia abaikan terhadap amanah tersebut.
Juga seorang ibu akan ditanya tentang rumah suaminya, tanggung jawab terhadap anak-anaknya karena  ibu adalah yang paling dekat dalam kesehariannya dengan anak-anaknya.

Dan yang pasti seorang ayah sebagai pemimpin (imam) dalam rumah tangga, maka akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya. Sehingga para pemimpin akan dihisab belakangan setelah orang-orang awam (orang biasa) selesai dihisabnya. 

Lalu berapa lamakah manusia akan berada di Padang Mahsyar. Satu keterangan Hadits, mengatakan lamanya ribuan tahun.

"Siapa yang dirincikan  hisabnya, maka ia akan celaka"  (ujar Nabi saw.)

"Allahumma yassir hisabanaa Wa Yammin kitaabana, Ya Allah, mudahkanlah hisab kami. Dan berilah kitab kami dari sebelah kanan."   

Kalau tupai mebidik cempedak
Arahnya jelas tak kan tersasar
Kalalulah lalai mendidik si anak
Kan jadi musuh di Padang Mahsyar.     

Home › Kultum Ramadhan KELUARGA YANG BERKUMPUL DI SURGA (Kultum Ramadhan) ke-18

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِي

517 Islam Kaafah  (katagori kultum Ramadhan).
Jumpa kembali pembaca budiman, semoga Allah memberikan kesuksesan dalam hidup ini dan selalu mendapat lindunganNya. aamiin ...
Rasiyambumen / Pelangi Khazanah Islam mengupas kembali kultum ramadhan dengan materi Kelurga Yang Berkumpul Di Surga. 

Firman Allah SWT :
 وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ 
"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan (kumpulkan) anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (Qs ath-Thuur : 21)

Pada suatu kesempatan, Nabi saw. menasehati putri kesayangan beliau yang bernama Fathimah. "Wahai Fathimah binti Muhammad, beramallah untuk bekal (akhiratmu). Karena Aku (Nabi saw) tidak akan bisa menolong engkau sedikitpun di akhirat nanti." Tegas Rasulullah saw..

"Subhaanallah" begitulah nasehat Nabi saw. untuk Fathimah. Dan memang orang tua tidak dapat memberikan garansi kepada anak-anaknya, kecuali sang anak mau berupaya menggapai surga itu.

Perhatikanlah apa yang terjadi pada kehidupan Nabi Nuh a.s. Beliau berpisah dengan sang anak, lantaran si anak tidak mau mengikutinya beriman. Bahkan ketika air banjir bandang datang, ketika Nuh a.s melihat anaknya timbul tenggelam, dipermainkan gelombang air bah, sebagai ayah Nuh a.s. tidak tega melihatnya dan berdoa kepada Allah untuk anaknya :
"Ya Rabbi, itu anakku adalah keluargaku. Sungguh janji Engkau benar, dan hanya Engkau Hakim yang maha adil." pinta Nuh.a.s 
"Allah swt. menjawab" Wahai Nuh, sesungghnya dia bukanlah tergolong keluargamu, karena dia tidak beramal sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya."

Ternyata sekalipun itu adalah anak kandung Nabi Nuh a.s. , namun jika dia tidak beriman, maka Allah swt. mengatakan bahwa itu adalah bukanlah termasuk anggota keluarganya.

Di samping usaha keras untuk mendidik dan mengarahkan tanggung jawab kita, anak-anak beersama istri, agar kelak dapat berkumpul di surganya Allah, maka janganlah lupa berdoa untuk meraih kebahagiaan tersebut.

Karena sesungguhnya kebahagiaan hakiki adalah tatkala kita dapat berkumpul dengan keluarga dalam keadaan beriman dan bertaqwa saat di dunia, kemudian berhasil pula berkumpul kembali di surga Allah swt. kelak. Semoga kita bersama dapat meraihnya. aamiin.

Namun ingatlah akan hadits Nabi saw. "Nanti dihari Kiamat, seseorang suami diseret ke tengah-tengah Padang Mahsyar dan bergelayutan istri dan anak-anaknya di lengan kanan dan lengan kirinya.

Ketika dihisab ternyata sang suami bisa masuk surga, lantaran amalnya cukup. Sementara sang istri dan an ak-anaknya dinyatakan masuk neraka, lantaran kurang amal sholehnya ketika di dunia.

Lalu sang istri berkata : Ya Allah demi keadilan Engkau saya dinafkahi dan biberikan harta tapi saya tidak dididik Islam yang saya tidak mengerti.  Ambil hak kami dari laki-laki ini. Ujar istri sambil menunjuk-nunjuk suaminya.

Lalu anak-anaknya protes "Ya Allah demi keadilan Engkau saya dinafkahi dan diberi harta tapi saya tidak dididik Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari ayah kami ini" ujar anak-anaknya.

Akhirnya semua keluarga di masukkan ke dalam neraka  "Nau'dzubillahi min dzalik"

Demikian kisah Keluarga Yang Berkumpul Di Surga, walapun pada ending cerita ini adalah satu keluara masuk neraka, itu hanyalah menggambarkan suatu keluarga dimana didalam keluarga tersebut selama hidupnya di dunia tidak mengamalkan amalan-amalan sholeh sesuai tuntunan Islam.

HAKEKAT KEHIDUPAN (Kultum Ramadhan) ke-19


517 Islam Kaafah Kajian Khazanah Islam  (kategori posting Kultum)
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu' alaikum wr.wb.  Kajian Islam, (katagori posting Khultum Rahadhan). 
Jumpa kembali pembaca budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. dan sukses dalam segala urusan. Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam, masih menyajikan uraian kultum dengan  judul : Hakekat Kehidupan.

Firman Allah SWT. :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS Adz- Dzariat : 56)   

Rasulullah saw. terjaga dari tidurnya ketika diberitahu ada Abdurrahman bin 'Auf datang bertamu. Rupanya beliau Rasulullah saw.  sempat terlelap sejenak, saat istirahat menjelang ashar itu. 

Di pipi Rasulullah saw. masih jelas terlihat gurat-gurat kasarnya tikar anyaman pelepah kurma tempat merebahkan diri di tengah panasnya gurun. Melihat wajah Rasulullah swa. seperti itu, Abdurrahman bin 'Auf menawarkan kepada Nabi saw.  "Apakah aku bawakan hambal (permadani tebal) untukmu ya Rasulullah? "ujar Abdurrahman.

"Tidak usah ya Abdurrahman. Bagiku di dunia ini hanyalah bagaikan seorang musyafir yang tengah istirahat sejenak di bawah kerindangan pohon, lalu ia akan melanjutkan perjalanannya kembali" Jawab Nabi saw.

Sepuluh malam terakhir ramadhan sambil menanti datangnya "Lailatul Qadr" adalah saat yang tepat untuk muhashabah diri (menghitung-hitung diri) instropeksi, menakar-nakar, atau istilah anak muda sekarang "ngaca diri dong".

Siapa diri kita sesungguhnya? dari mana asal kita, sedang apa kita di dunia, lalu akan kemana kita menuju, apakah kita ini pencipta atau justru hasil ciptaan alias makhluk/hamba. Apakah kita kaya atau fakir dihadapan Allah SWT. Kita tahu segala hal dan berilmu atau sebaliknya 'Jahil" , Apakah kita kuat atau sebenarnya hanyalah makhluk yang lemah.

Dulu wujud dari kita tidak ada apa-apanya sama sekali lalu menjadi ada. Dimulai dari ruh yang Allah swt. tiupkan ke dalam rahim ibunda. Sehingga janin dalam kandungan itu mulai bergerak dan disempurnakan proses kejadiannya. Lalu setelah kurang lebih 9 bulan 10 hari lahirlah kita ke dunia.

Dibesarkan oleh ibunda dengan penuh kasih sayang diberi nafkah oleh ayah, lalu menjadi dewasa, tua dan kemudian akan diwafatkan. Dan hal ini pasti akan terjadi atas setiap diri yang bernyawa.

Ternyata kita adalah makhluk ciptaan Allah swt. yang diciptakan semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNya, Melaksanakan kehendak-kehendakNya di muka bumi ini, yaitu tugas sebagai khalifah. 

Sudah selayaknya pula, bahwa perbuatan dan amal-amal kita, tidak menyimpang dari petunjuk dan bimbingan Al Quran dan sunnah, yang memang diturunkan Allah sebagai petunjuk kehidupan.

Akan ada evaluasi total di akhir nanti. akan ada "reward end punishment"  atas setiap perbuatan, besar kecil, baik buruk, halal haram, boleh atau tidak boleh. 

Dari keterangan Nabi saw. melalui haditsnya, ternyata puncak kebahagiaan itu nanti adalah, ketika masuk surga lalu berjumpa dengan Allah swt. dan bercakap-cakap denganNya. Disinilah terminal akhir kehidupan manusia.

"Maka barang siapa yang berharap akan berjumpa dengan Allah swt. hendaklah ia beramal sholeh dan tidak mempersekutukan Allah swt. saat beribadah dengan susatu apapun." (QS Al-Kahfi : 110) 

Ya Allah sungguh Enkau benar, firman-firman Engkau benar, janji Engkau benar, dan perjumpaan denganMu adalah benar. Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Semoga saja kita beserta istri, anak cucu kita, dan seluruh saudara kita muslimin/muslimat akan mendapatkan kasih sayang Allah sehingga dapat berkumpul di surgaNYa kelak. aamiin... 

Selasa, 24 Februari 2026

KETIKA MULUT-MULUT DIKUNCI (Kultum Ramadhan ke-10)

                     

Assalamu'alaikum wr.wb. 517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori kultum Ramadhan)
Pembaca budiman, semoga sukses dalam segala aktifitas ibadah di atas bumi ini dan selalu mendapat ridha dari Allah SWT. aamiin....

Rasiyambumen/Pelangi Khazanah Islam menyajikan kultum Ramadhan dengan materi yang berjudul : Ketika Mulut-Mulut Dikunci.

"Kalian (lalai) berlomba mengejar kemegahan dan tiba-tiba kalian sudah sampai di (pintu) kubur" (QS At-Takaatsur : 1- 2)  

"Akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi. Akan tiba masa tak ada suara, dari mulut kita. Terkadang tangan kita entah apa yang dilakukannya..."
Demikian penggalan syair lagu alm. Chrisye yang mengutip maw'izhoh dari Al Quranul Karim. 

    Setelah kumandang sangkakala kedua, maka seluruh makhluk yang telah dimatikan pada waktu sangkakala pertama, dibangkitkan kembali dari kubur, menghadap kepada Allah SWT.

    Mereka seluruhnya akan dikumpulkan di sebuah tempat yang sangat luas yaitu "Padang Mahsyar"

    Setiap yang pernah berlaku dzolim akan diadili di sini. Di mahkamah ini tanpa da yang bisa menolong dan melakukan intervensi. Keadilan diputuskan dengan haq.

    Mengapa memukul orang tak bersalah?, mengapa tidak membayar upah?, mengapa melanggar perintah Allah swt?. mengapa tidak memimbing anak untuk beribadah? 

    Mengapa menganiaya hewan? mengapa dan mengapa? Alangkah banyak pertanyaan dan persoalan yang harus dijawab setian insan.

    Lalu ketika orang-orang yang berdosa masih saja berkelit, maka : "Pada hari ini Kami kunci mulut-mulut mereka. Lalu tangan-tangan mereka akan berbicara dan kaki-kaki mereka akan membewriakan kesaksian tentang apa-apa yang pernah mereka kerjakan" (QS Yasin : 65).

    Saking banyaknya perkara yang mesti diadili baik antara manusia dengan Rabb mereka, serta persoalan antara sesama manusia, maka hisab tersebut memakan waktu hingga ratusan ribu tahun lamanya.

    Kemudian manusia akan digiring ke jembatan shirootol mustaqim, hingga orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dimasukkan ke dalam surga dan kaum yang ingkar masuk neraka.

    "Sesungguhnya Allah swt. akan menerima taubat seorang hamba, sebelum nyawa sampai di yugharghir, (di tenggorokan)  Hadits Nabi saw.

    Sebelum datang satu masa, dimana mulut tak bisa berkata, tangan mengungkap rahasia dan kaki menjadi saksi membenarkan fakta-fata, marilah membersihkan diri disaat masih ada kesempatan Taubatan Nasuha.

    Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk munajat, memohon ampun dan bertaubat atas segala salah dan lalai kepada Yang Maha Pencipta, Allah swt.

    Mohon maaf atas segala kesalahan, penuhilah kewajiban lunasi hutang piutang, hablun minallah, hubungan dengan Allah dan hablun minannas, hubungan sesama manusia.

    Kedua hal ini bisa meluruskan jalan ke surga, atau sebaliknya, bisa sebagai penghambat dari memperoleh kasih sayang Allah swt.
    Perbaikilah selagi masih ada waktu. semoga kita selamat dunia akhirat. aamiin....

    Senin, 23 Februari 2026

    3 Jenis Pengawasan Allah Swt.Terhadap Setiap Manusia.

     

    517 Islam Kaafah (Kategori posting Kultum)
    Pembaca budiman Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
    Materi Kultum Ramadhan 
    Setiap pribadi manusia akan mendapat pengawasan dari Allah swt. sedikitnya ada 3 jenis pengawasan sepanjang hidupnya, hingga kelak dipanggil untuk kembali ke hadapan Allah swt. 
    Manusia memiliki tabiat yang memang menjadi fitrahnya yaitu akan merasa ketakutan dalam menjalani hidupnya. Takut dalam kehilangan harta yang telah dilikinya, takut sakit, dan takut kekurangan rezeki, yang paling sangat mendasar adalah takut menghadapi kematian. Namun ketika kita telah ikhlas dan istiqomah dalam menjalani hidup ini, maka rasa takut akan dapat kita hindari dengan cara memasrahkan sepenuhnya kepada Allah swt. 

    Minimal ada 3 jenis pengawasan Allah terhadap setiap diri manusia yang tak pernah hentinya sepanjang masa dari detik-ke menit dan dari menit - ke jam dari jam-ke hari dan dari hari- minggu ke minggu - ke bulan dan seterusnya hingga akhir hayat kita.  

    Pertama : Allah Swt. melakukan pengawasan secara langsung tanpa perantara malaikat. Dari sejak kita diciptkan hingga sampai pada ajalnya, Allah swt. akan selalu bersama kita dimanapun kita berada dan kapanpun waktunya. Bila kita bertiga, maka Dia yang keempat, bila kita sedang berlima maka Dia yang ke-enam. Ini telah tersirat dalam Al-Qur'an sebagai perikut : 
    "Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yangada di langit dan apa yang ada di bumi?. Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya, Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau yang lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mmanapun mereka mberada. Kemudian Dia akan memberikan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS, Al-Mujaadalah : 7). 
    Allah swt. juga berfirman dalam surat Qaaf yang maknanya bahwa Dia lebih dekat dengan kita. Inilah firman-Nya :
    "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (QS, Qaaf : 16). 
    Kedua : Allah Swt. mengawasi kita dengan melalu Malaikat. Inilah Firman-Nya :
     "Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan, dan yang lain duduk diseblah kiri". (QS Qaaf : 17).  
    Kedua Malaikat ini akan mencatat segala perbuatan kita yang baik maupun yang buruk, yang besar maupun yang kecil. Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada kita. Ini dijelaskan dalam al-qur'an surat Al-Kahfi sebagai berikut: 
    "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata : Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar., melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua-pun". (QS, Al-Kahfi : 49).  

    Ketiga : Allah juga melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri. Ketika kelak kita telah meninggal, maka anggota tubuh kita, seperti ; tangan, dan kaki akan menjadi saksi bagi kita. Kita tidak akan meiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut untuk memberikan kesaksian yang sebenarnya. Hal ini Allah nyatakan dalam surat Yasin sebagai berikut :
    "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan". (QS, Yaasiin : 65). 

    Kesimpulannya hidup kita ini tidak akan dapat terlepas dari pengawasan Allah swt. Maka sebenarnya tidak ada untuk berbuat maksiat. Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah. Dan yakinlah bahwa perbuatan sekecil apapun pasti akan dipertanyakan dan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT. Wallahu a'lam bisawwab. 

    Demikian contoh kultum 3 jenis pengawasan Allah swt. terhadap setiap manusia. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan. 

    Sabtu, 21 Februari 2026

    Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan


    517 Islam Kaafah Khazanah Islam (katagori posting Kultum).
    Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
    Contoh Kultum Ramadhan 

    Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan, sengaja penulis jadikan sebagai judul dalam kultum pada hari pertama puasa, sekilas memang tidak ada korelasi antara marathon dan ramadhon, tetapi secara psikologis, dan sosiologis bahwa setiap apapun yang akan kita tempuh dalam suatu perhelatan kegiatan yang mengandung nilai besar pasti haruslah dipersiapkan yang matang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan prima/berkualitas.  
    Seorang atlit marathon yang akan menghadapi pertandingan tingkat internasional sudah barang tentu harus mempersiapkan seperti;  latihan fisik yang dimulai dari lari 5,10,20 atau 25 km. Bahkan hingga mencoba untuk lari sampai 40 km. untuk menyamai jarak yang akan dilombakan. Dapat kita bayangkan jika si atlit itu tidak melakukan sampai 40 km. bisa-bisa ketika hari lomba tidak akan meraih sampai finis. Hal ini menunjukkan bahwa latihan harus diusahakan sesuai dengan yang akan dilombakan.

    Perumpamaan di atas mirip seperti kita mempersiapkan dalam menghadapi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ramadhan yang lamanya 29 atau 30 hari membutuhkan stamina dan kesiapan yang matang. Betapa sering kita lihat pada shalat taraweh dalam minggu pertama puasa, yang begitu masih berjubel penuh dengan jama'ah yang mengikutinya, dan akan menyusut pada minggu-minggu berikutnya. Dan tidak heran ketika telah sampai pada minggu terakhir bulan puasa masjid maupun mushalla sudah mulai sangat longgar dari jama'ah yang mengikuti shalat taraweh tersebut. Hali ini mungkin juga terjadi dengan puasanya yang sudah batal dan tidak sampai menyelesaikan final di bulan Ramadhan tersebut. Karena ada yang mengalami kesehatannya menurun, ada yang flu berat dan ada juga yang penyakit maghnya kambuh dan penyakit lainnya. Hal ini membuktikan bahwa persiapan kita yang belum maksimal dalam menghadapi Ramadhan. 

    Contoh yang dilakukan Rasulullah saw. untuk menghadapi bulan Ramadhan beliau paling sering melakukan puasa sunnah pada bulan Sya'ban. Hal ini seperti tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Nasai' dan Abu Daud (yang dishasehkan Ibu Huzaimah). 
    Usamah berkata kepada Rasulullah saw. : "Wahai Rasulullah aku tidak pernah melihat Engkau puasa (sunnah) sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya'ban". Rasulullah menjawab : "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang"
    Maksud hadits ini bahwa Nabi saw. dalam puasa (sunnah) di bulan selain Sya'ban Nabi saw. tidak pernah sebanyak yang dilakukan pada bulan Sya'ban. Dan ini memberi contoh bahwa bulan Sya'ban diperbanyak puasa (sunnahnya) yaitu dalam rangka persiapan puasa pada bula Ramadhan yang harus penuh sebulan dilakukan secara fardhu dan tidak boleh satupun ada yang tertinggal dan jika masih ada yang tertinggal maka harus di bayar pada bulan selain bulan Ramadhan, sesuai jumlah  yang tidak bisa dipenuhi dalam bulan Ramadhan tersebut. 

    Ibadah lain yang perlu kita persiapkan adalah qiyamu lail atau shalat malam. Dalam bulan Ramadhan kesempatan untuk melakukan shalat tahajud sangat dapat dilakukan karena kita akan bangun sebelum makan sahur. Gunakan waktu sebelum sahur untuk tahajud memohon ampunan dari segala dosa yang telah kita perbuat. Berdo'a memohon segala hajat yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, agar mendapatkan kehidupan yang penuh dengan keberkahan yang diberikan Allah swt. 

    Bacaan atau tilawah al-Qur'an ditingkatkan jumlah dan isi kandunannya sehingga sehingga dapat menambah keimanan kita dalam beribadah kepada Allah dengan baik dan benar. Karena kalau hanya baik saja tentu belum dapat dikatan orang yang beriman dengan paripurna, baik dan benar adalah formula yang harus dipenuhi. Kalau itu tidak kita lakukan khususnya dalam bulan yang agung ini maka kerugian yang besar terhadap kita. Bulan yang Agung ini (Ramadhan) adalah bulan yang penuh berkah bagi setiap hamba-Nya yang dapat melaksanakan amalan-amalan yang diridhoi Allah SWT. 

    Juga jangan lupa kita perlu membuat suasana ceria dalam keluarga dalam menyambut dan mengisinya bulan Ramadhan yang penuh rahmah ini. Bersihkan dan rapihkan rumah. Buat suasana rumah agar terasa suasana Ramadhan. Buat rencana untuk beribadah berjamaah bersama keluarga, misalnya meja makan atau lesehan dalam menyambut buka puasa, shalat berjama'ah dalam keluarga, tadarus bersama keluarga. Kepada suami bahagiakan Istri dan Anak-anak anda, agar puasa ini dapat tercipta suasa M.T. (Memang Top.) Wallhu a'lam bisawwab. 

    Demikian kultum menyambut datangnya bulan Ramadhan; Perumpamaan Persiapan Marathon dan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dengan ikhlas. 

    Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka.

    517 Islam Kaafah (Kategori posting Kultum).
    Pembaca budimana Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin...
    Kultum Ramadhan. 
    Assalamu'alaikum Wr.Wb. 
    Alhamdulillah puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah swt. bahwa pada kesempatan di malam bulan Ramadhan ini, kita masih diberikah nikmat yang begitu besar, nikmat iman di dalam Islam, nikmat sehat wal afiat, sehingga dapat berkumpul di masjid/mushalla yang mulia ini dalam rangka sholat Isa berjamaah dan dilanjutkan shalat taraweh yang insya Allah akan kita tunaikan berjamaah. 
    Shalawat dan salam marilah kita haturkan ke haribaan junjungan Nabi Besar Muhammad saw. serta keluarganya, para sabahabat, Tabi'in, Tabiut-Tabi'in, dan insya Allah kepada kita semua yang hingga saat ini bahkan detik ini, masih istiqomah mengamalkan risalahnya, akan mendapat safa'at di yaumil akhir kelak. Aamiin...

    Kali ini saya akan mengupas tentang "Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka". 
    Betapa banyak manusia di dunia ini yang tersesat jalannya dalam rangka menyembah TuhanNya /Allah swt. Mereka sangat rajin bahkan dapat disebut istiqmah dalam beribadah. Namun yang mereka sembah atau diibadahi salah sasaran hingga membawa dirinya menjadi sesat.  Tauhid mereka tercemar dan terjebak oleh amalan-amalan yang bersifat musyrik, riya', (pamer), ingin dipuji, bid'ah yang sesat, bahkan kadang banyak hal-hal yang dianggap beribadah, padahal perbuatan/amalan mereka adalah amalan Mubah (yang tidak ada pahalanya sama sekali). 

    Ibadah-ibadah yang seperti diatas adalah ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi saw.  Bagaimana agar ibadah kita baik dan benar?. Tentunya harus mau belajar dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. apaun bentuk ibadah kita baik yang Mahdhah maupun ghoiru mahdhah. Beribadah tanpa dengan tuntunan Nabi saw. maka akan banyak ditemui kekeliruan-keliruan dalam pengamalannya. Dan pada akhirnya orang yang demikian hanya akan mendapat capeknya saja tetapi tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan yaitu pahala dari Tuhanya yang akan dapat menyelamatkan dari api neraka kelak di alam baqa' sana. 

    Dan bahkan mereka lebih capek dalam beribadahnya namun tetap akan mendapat balasan neraka dikarenakan salah dalam pengamalannya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut : 
    "Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?" (QS, AlGhaasiyah : 1)
    "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina" (QS. Al-Ghaasiyah : 2)
    "(Mereka) Telah bekerja keras lagi kepayahan" (QS, Al-Ghaasiyah : 3)
    "(Tetapi) Memasuki api yang sangat panas (neraka)". (QS, Al-Ghaasiyah : 4)
    Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan satu riwayat dari Abu Imran al-Jauni, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab r.a. pernah melewati sebuah kuil yang dihuni/ditinggali oleh seorang rahib Nasrani. Lalu Umar-pun memanggilnya "wahai Rahib, wahai rahib", Rahib-pun menoleh, saat itu Umar terus memandangi sang Rahib, dan Umar perhatikan dengan seksama, ternyata ada banyak bekas ibadah di tubuhnya. Kemudian Umar tiba-tiba menangis dengan sedihnya. 

    Beliau-pun ditanya "wahai Amirul Mukminin" Apa yang membuat anda menangis? Dan mengapa anda menangis ketika melihatnya. "Jawab Umar aku teringat firman Allah swt. dalam al-Qur'an yang artinya seperti diatas, mereka rajin beribadah namun mereka tetap memasuki api yang sangat panas (neraka). Itulah yang membuatku menangis dan sedih, karena aku merasa kasihan terhadap mereka. (Tafsir Ibnu Katsir hal.8 no 385) 

    Kaum Muslimin yang di rahmati Allah, 
    Tahukah mengapa mereka masuk neraka?. Mereka memang "ahli ibadah", namun semua sia-sia justru ibadah mereka mengantarkan ke neraka. Apakah Allah dzalim terhadap mereka? Tentu jawabannya adalah "Tidak". Karena Allah tidak akan sedikitpun bahka setitikpun mendzalimi hambaNya.
    Lalu apa yang menyebakan mereka masuk neraka padahal mereka rajin ibadah?. Sebab mereka salah dalam beribadah kepada Tuhannya. Mereka beribadah dengan rajin, namun salah sasaran, salah tata cara, cara niatnya, salah mengamalkannya, salah yang disembah atau bahkan salah semuanya. Maka bagaimana mungkin Allah akan menerimanya, yang ada adalah Allah memberikan hukuman kepada mereka.

    Kaum muslimin, bersyukurlah kita sudah memiliki modal yaitu sebagai orang Islam (Iman Tauhid). yang dapat menuntun kita dalam mengamalkan segala ibadah yang disyari'atkan oleh agama dengan tuntunan yang benar. Sehingga tidak akan tersesat untuk menemui Tuhan-Nya kelak.  Karena siapa saja yang ingin menjumpai Tuhannya haruslah mengikuti Firman Allah SWT sebagai berikut :  
    "....Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (QS, Al-Kahfi : 110).  

    Oleh karena itu marilah kita menjadi orang yang selalu mencintai sunnah dan berusaha untuk menyebarkan bahwa sunnah ini sangatlah penting. Apa sunnah itu? Sunnah adalah semua yang telah dilakukan, diucapkan, didiamkan, dilarang, dan diperintahkan, oleh Nabi saw. itulah sunnah. Adapun sunnah Fi'liyah (perilaku) diantaranya adalah cara berpakain, janggut yang tumbuh rambut (Jenggot) bersiwak, dan hal-hal yang bersifat fisik dari Nabi saw itu sendiri. Dan kita berusaha menyesuaikan amal kita dengan sunnah yang pernah Rasulullah contohkan. 
    Kita dapat tiru semangat para ulama terdahulu dalam meniti sunnah Nabi saw. sampai mereka berdoa kepada Allah SWT sebagai berikut: 
    "Ya Allah matikanlah aku di atas Islam dan Sunnahnya" (HR. Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad hal.9 no. 354).  

    Demikian, kultum materi Ahli Ibadah Tetapi Menjadi Penghuni Neraka. Semoga bermanfaat dan dapat kita hayati serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam bisawwab.  

    SEORANG LELAKI PENDUDUK SURGA (Kultum Ramadhan) ke-13

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  517 Islam Kaafah Kajian Islam (katagori posting Kultum Ramadhan). Pembaca budi...